Muh Arafik
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peran Ayah terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak dalam Buku Gentle Parenting vs VOC Parenting: Tinjauan Psikologi Anak Nur Hana Azizah; Zaitun Nur Rizqi Ilahi; Pramono; Muh Arafik
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v3i2.2837

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi peran ayah dalam membentuk perkembangan sosial-emosional anak sebagaimana digambarkan dalam buku Gentle Parenting vs VOC Parenting karya Titiek Limarty. Kajian ini berfokus pada empat aspek utama, yaitu pembentukan sosial-emosional, pengaruh empati ayah terhadap regulasi emosi, pola komunikasi ayah dalam pengembangan kompetensi sosial, serta peran dukungan ayah terhadap kepercayaan diri dan kemandirian anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melalui analisis isi terhadap teks buku serta literatur pendukung terkait psikologi perkembangan, teori keterikatan, dan pengasuhan anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam pendekatan Gentle Parenting, ayah direpresentasikan sebagai figur pengasuhan yang hangat, responsif, dan empatik sehingga mampu memperkuat regulasi emosi, rasa percaya diri, dan keterampilan sosial anak. Sebaliknya, pola VOC Parenting yang bersifat otoriter dan menekankan kepatuhan tanpa dialog emosional berpotensi menimbulkan hambatan dalam pengungkapan emosi, pengambilan inisiatif, dan perkembangan sosial-emosional anak. Temuan ini menegaskan bahwa keterlibatan ayah yang konsisten dan suportif memiliki kontribusi terhadap pembentukan secure attachment, kontrol diri, serta kemandirian anak sejak usia dini
Strategi Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis di TK Islam Sabilillah Malang 1 Melalui Wondering Time Sumarni; Asmaul Kusna; Pramono; Muh Arafik
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i1.2921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi Wondering Time dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di TK Islam SabilillahMalng 1, serta mengamati hasil belajar setelah strategi ini diterapkan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif desktiptif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui cara observasi, wawancara dan pengumpulan dokumen. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa aktivitas Wondering Time terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak melalui kegiatan bertanya, menganalisis gambar atau video, berdiskusi, dan menarik kesimpulan. Peran guru sebagai fasilitator sangat penting dalam memberikan scaffolding dan mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan yang lebih kompleks (HOTS). Siswa menunjukkan adanya peningkatan dalam jumlah dan kualitas pertanyaan yang diajukan, kemampuan menjelaskan hubungan sebab akibat, membandingkan fenomena, dan  mengemukakan dugaan serta asumsi berdasarkan materi visual. Strategi ini terbukti efektif dalam menunjang pengembangan keterampilan yang relevan di abad 21, terutama berpikir kritis dan pemecahan masalah. Dengan demikian, Wondering Time dapat dipandang sebagai metode pengajaran alternatif yang inovatif dalam memperbaiki kemampuan berfikir kritis pada anak dalam proses belajar mengajar
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI KELAS 4 SDN JODIPAN MALANG Muh Arafik; Titis Angga Rini; Muh Arafik; Titis Angga Rini; Diana Anggiri Chris Dayanti
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i12.2024.16

Abstract

Abstrak : Bahasa Jawa merupakan salah satu dari sekian banyak bahasa daerah yang ada di Indonesia. Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah yang kaya akan budaya dan tradisi di Indonesia. Sebagai orang Jawa ataupun yang tinggal di Jawa sudah sepatutnya untuk melestarikan bahasa Jawa. Upaya-upaya tersebut dilakukan agar sejak usia SD, siswa dapat melestarikan bahasa Jawa dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menghindari kepunahan bahasa karena dampak pengaruh budaya luar. Namun pembelajaran bahasa Jawa saat ini khususnya dalam materi aksara Jawa masih memiliki kesukaran dalam mempelajarinya. Dari beberapa hambatan yang diketahui secara umum yang didapatkan oleh peneliti, memunculkan keingintahuan lebih dalam lagi mengenai problematika yang ada pada pembelajaran bahasa Jawa di sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian deskriptif kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan permasalahan yang ada dalam pembelajaran Bahasa Jawa di kelas 4 SD dengan apa adanya. Dengan menggunakan angket kuisioner dengan skala Likert diperoleh hasil penelitian ini menunjukkan dalam perolehan persentase yang menyatakan bahwa 64.5 persen siswa yang menyatakan setuju jika terdapat permasalahan yang mereka hadapi dalam pembelajaran bahasa Jawa dan terdapat 42 persen yang menyatakan netral atau cukup setuju jika terdapat permasalahan dalam pembelajaran bahasa Jawa.
Pengembangan Buku Cerita Rakyat Berbahasa Jawa untuk Siswa SD Kelas IV Berkultur Madura Nuril Hidayatul Kodir; Muh Arafik; Nuril Hidayatul Kodir; Muh Arafik; Achmad Taufiq
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.813 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i72021p544-551

Abstract

Abstract: The purpose of this research and development produce book Javanese folklore for student with Madura culture, the criteria is valid and practical according to (1) specialist subject matter, (2) spesialist product, (3) specialist learning and (4) small group product trials and (5) large group trials. The model used is an adaptation of Sugiyono,s research and development. Validation subject matter done with a lecturer literatur Indonesia, validation product design done with lecturer KSDP and lecturer TEP, validation specialist learning done with a IV grade teacher SD Negeri Kotalama 1 Malang. Small group product trials done with 12 students, and large group trials done with 25 IV grade students SD Negeri Kotalama 1 Malang. Overall average validation results are 94,55 percent, small group product trials result 99,16 percent and large group trials result 98,4 percent. Based on that research and development book Javanese folklore for students with Madura culture which is considered very valid and very practical. Abstrak: Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan media buku cerita rakyat Madura berbahasa jawa yang valid dan praktis menurut (1) ahli materi, (2) ahli media, (3) ahli pembelajaran, (4) uji coba kelompok kecil, dan (5) uji coba kelompok besar. Model yang digunakan merupakan adaptasi dari model penelitian dan pengembangan sugiyono. Validasi materi dilakukan oleh 1 orang dosen sastra Indonesia, validasi media dilakukan oleh 1 orang dosen KSDP dan 1 orang dosen TEP, serta validasi pembelajaran dilakukan oleh guru kelas IV SD Negeri Kotalama 1 Malang. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 12 siswa dan uji coba kelompok besar dilakukan pada 25 siswa kelas IV SD Negeri Kotalama 1 Malang. Keseluruhan rata-rata hasil uji validasi dengan persentase sebesar 94,55 persen, hasil uji coba kelompok kecil dengan persentase 99,16 persen dan uji kelompok besar dengan persentase 98,4 persen. Berdasarkan hal tersebut, maka media buku cerita rakyat Madura berbahasa jawa yang dikembangkan termasuk kriteria sangat valid dan sangat praktis.
Analisis Kemampuan Siswa dalam Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Baca pada Teks Narasi Bahasa Indonesia Kelas V SD Gugus 7 Kecamatan Sukun Kota Malang Mauryn Renata Roselin; Muh Arafik; Mauryn Renata Roselin; Muh Arafik; Titis Angga Rini
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i22022p89-95

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the ability to use capital letters and punctuation in Indonesian narrative texts for fifth grade elementary schools in cluster 7, Sukun District. The type of research used is descriptive quantitative. Collecting data in this study using a writing test, namely students are given narrative texts that have not used capital letters and some punctuation marks are omitted, then rewritten according to the rules without looking at learning resource books or others, without asking others. Based on the results of the study . The lack of students' ability to write capital letters in the medium category, ie 1,825 capital letters were not present from the 4,484 capital letters that should have been present, or 40.70 percent. The lack of students' ability in writing 3 punctuation marks in the medium category, namely 314 punctuation marks that were not present from 1,064 punctuation marks that should have been present, or 29.51 percent. The factors that cause these problems are due to the limitations of students and lack of practice, besides the low motivation to learn. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada teks narasi Bahasa Indonesia kelas V SD se-gugus 7 Kecamatan Sukun Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes menulis yaitu siswa diberikan teks narasi yang belum menggunakan huruf kapital dan beberapa tanda baca dihilangkan, kemudian ditulis kembali sesuai kaidahnya tanpa melihat buku sumber belajar atau yang lainya, tanpa bertanya kepada orang lain. Berdasarkan hasil penelitian . Kurangnya kemampuan siswa dalam penulisan huruf kapital dalam kategori sedang, yaitu 1.825 huruf kapital tidak hadir dari 4.484 huruf kapital yang seharusnya hadir, atau 40,70 persen. Kurangnya kemampuan siswa dalam penulisan 3 tanda baca dalam kategori sedang, yaitu 314 tanda baca tidak hadir dari 1.064 tanda baca yang seharusnya hadir, atau 29,51 persen. Faktor penyebab permasalahan tersebut karena keterbatasan siswa dan kurang berlatih, selain itu rendahnya motivasi belajar.
Implementasi Pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Selama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas SDN Polehan 2 Malang Dina Elistiana Permata Sari; Muh Arafik; Dina Elistiana Permata Sari; Muh Arafik; Titis Angga Rini
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i62022p557-576

Abstract

Abstract: This study aims to describe the implementation, infrastructure and facilities used, constraints, and solutions in the implementation of the GLS program during PTMT at SDN Polehan 2 Malang. The scope of this research is the implementation of GLS grades 2-5 at SDN Polehan 2 Malang which will be held in the even semester of the 2021/2022 academic year. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the implementation of the GLS program at SDN Polehan 2 Malang as long as PTMT has been regularly carried out every day according to the stages. Literacy activities begin with a 10-15 minute reading habituation stage or other activities and are accompanied by activities responding to reading either through question and answer activities regarding reading materials that have been read or others. The infrastructure and facilities at SDN Polehan 2 Malang is limited because the school is still under construction and there are several classes that are still in new condition so they do not have a reading corner. The implementation of offline literacy is still carried out in the classroom. There are several obstacles in implementing the GLS program offline and online. Although there are several obstacles in its implementation, there are also various solutions to overcome these obstacles.. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, prasarana dan sarana yang digunakan, kendala, dan solusi dalam pelaksanaan program GLS selama PTMT di SDN Polehan 2 Malang. Ruang lingkup penelitian ini yaitu pelaksanaan GLS kelas 2-5 di SDN Polehan 2 Malang yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelaksanaan program GLS di SDN Polehan 2 Malang selama PTMT sudah teratur dilakukan setiap hari sesuai tahapannya. Kegiatan literasi dimulai dengan adanya tahap pembiasaan membaca 10-15 menit ataupun kegiatan lain dan disertai adanya kegiatan menanggapi bacaan baik melalui kegiatan tanya jawab mengenai bahan bacaan yang telah dibaca maupun lainnya. Prasarana dan sarana di SDN Polehan 2 Malang ini terbatas karena sekolah masih dalam tahap pembangunan dan ada beberapa kelas yang masih dalam kondisi baru sehingga belum memiliki sudut baca. Pelaksanaan literasi secara offline masih dilaksanakan di dalam kelas saja. Terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program GLS secara offline dan online. Meskipun terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, terdapat pula berbagai solusi dalam mengatasi kendala-kendala tersebut.
Analisis Kesulitan Siswa Kelas 1 Dalam Membaca Permulaan di SDN Lailatun Nuraniyah; Muh Arafik; Lailatun Nuraniyah; Muh Arafik; Titis Angga Rini
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i82022p727-738

Abstract

Abstract: This study aims to describe the difficulties experienced by grade 1 students in reading the beginning with the SAS method, which includes difficulties in pronouncing sound symbols into sentence forms, word forms, syllables and letter forms. Then, the students' difficulty in synthesizing letters into syllables, syllables into words and words into sentences. The approach used in this study is a qualitative approach with a descriptive type of research. There are 3 data collection techniques used, namely tests, interviews and documentation. Based on the results of the study, it showed that there were 5 students who were classified as having difficulty in reading the beginning. The characteristics of the initial reading difficulties experienced by students are that students are still spelling, stammering, doubting or not confident and mispronouncing a sentence form, word form and syllable form. Then, students have difficulty in distinguishing between one letter and another, so students still have difficulty in combining the arrangement of letters in a syllable, word or sentence. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami siswa kelas 1 dalam membaca permulaan dengan metode SAS, yang mencakup kesulitan dalam pelafalan simbol bunyi menjadi bentuk kalimat, bentuk kata, suku kata dan bentuk huruf. Kemudian, kesulitan siswa dalam mensintesakan huruf menjadi suku kata, suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Terdapat 3 teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 siswa yang tergolong kesulitan dalam membaca permulaan. Karakteristik kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa yaitu siswa masih mengeja, terbata-bata, ragu atau tidak percaya diri dan salah dalam melafalkan suatu bentuk kalimat, bentuk kata dan bentuk suku kata. Kemudian, siswa kesulitan dalam membedakan antar satu huruf dengan huruf lainnya, sehingga siswa masih kesulitan dalam menggabungkan susunan huruf dalam suatu suku kata, kata ataupun kalimat.
Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Pasca Pembelajaran Daring di SD Risqa Ayu Falafi; Muh Arafik; Risqa Ayu Falafi; Muh Arafik; Titis Angga Rini
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i32023p198-214

Abstract

Abstract: This study aims to find out how the pedagogic competence of high-class teachers after online learning at SDN Purwosari 1 and the efforts made by high-grade teachers in improving pedagogic competence after switching from online learning at SDN Purwosari 1. This study used a qualitative approach with descriptive research type. The data in this study were taken from grade 4 to grade 6 teachers, totaling 6 people and the principal at SDN Purwosari 1. The results of the study showed that pedagogic competence had been mastered and applied well by grade 4 to grade 6 teachers at SDN Purwosari 1 in the implementation face-to-face learning is limited after switching from online learning, but there are problems in the indicators of organizing educational learning and the use of technology and information so that they are not fulfilled optimally. The efforts that teachers make in improving pedagogic competence after online learning include participating in KKG, seminars or workshops, and discussions with peers. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi pedagogik guru kelas tinggi pasca pembelajaran daring di SDN Purwosari 1 dan upaya yang dilakukan guru kelas tinggi dalam meningkatkan kompetensi pedagogik pasca beralih dari pembelajaran daring di SDN Purwosari 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data pada penelitian ini diambil dari guru kelas 4 sampai kelas 6 yang berjumlah 6 orang dan kepala sekolah di SDN Purwosari 1. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik telah dikuasai dan diterapkan dengan baik oleh guru kelas 4 sampai kelas 6 di SDN Purwosari 1 pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas pasca beralih dari pembelajaran daring namun terdapat problematika pada indikator menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dan pemanfaatan teknologi dan informasi sehingga tidak dapat terpenuhi secara maksimal. Adapun upaya yang guru lakukan dalam meningkatkan kompetensi pedagogiknya pasca pembelajaran daring diantaranya mengikuti KKG, seminar atau workshop, dan diskusi dengan teman sejawat.