Muhammad Hilmi Mahfuzh
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fleksibilitas Sistem Pembelajaran dan Praktik Learning Organization dalam Mewujudkan Achievement Culture di MAN 1 Jembrana M. Wildan Ahfadh; Muhammad Afiq Mahluf; Maulana Dziroshofar Putra suliwa; Muhammad Hilmi Mahfuzh; Naisya Maulana Aprilia Rimbani; Mohammad Yasin Abidin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63821

Abstract

Tuntutan global mengharuskan madrasah bertransformasi menjadi organisasi pembelajar guna mewujudkan budaya prestasi yang berkelanjutan. MAN 1 Jembrana menampilkan fenomena unik dengan konsistensi mencetak prestasi mancanegara di tengah posisinya pada wilayah mayoritas penduduk beragama Hindu. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi penerapan fleksibilitas sistem pembelajaran dan praktik organisasi pembelajar dalam mengkonstruksi budaya prestasi di madrasah tersebut. Metode kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif diterapkan sebagai pendekatan utama. Data dikumpulkan secara komprehensif melalui tahapan observasi partisipatif wawancara mendalam serta studi dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa nilai keikhlasan yang diinternalisasi pendidik melalui program ritual Pohon Komitmen sanggup melahirkan motivasi intrinsik yang amat kuat. Kondisi empiris ini mematahkan dominasi hierarki kebutuhan Maslow dan justru amat berkesesuaian dengan kerangka analitis Self Determination Theory. Lebih lanjut keluwesan madrasah dalam menetapkan dispensasi meninggalkan kelas reguler bagi siswa peserta pembinaan terbukti menjadi instrumen esensial bagi tata kelola organisasi pembelajar. Integrasi kelenturan operasional dan nilai spiritual kolegial ini sukses mengonversi tantangan demografis menjadi legitimasi institusional yang kuat melalui rentetan raihan medali tingkat internasional.