Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah di atas batas normal, Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan. Gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, hingga kematian sehingga diperlukan kepatuhan dalam minum obat agar dapat meminimalisir komplikasi. Kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh kepercayaan diri dalam berperilaku dalam pengobatan hipertensi atau yang disebut dengan self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Puskesmas Kerambitan I. Metode penelitian ini dilakukan dengan desain observasional analitik serta pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner efikasi diri secara umum dan kuesioner kepatuhan minum obat. Data dianalisis menggunakan uji spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi mempunyai self efficacy yang tinggi yaitu sebanyak 30 orang dengan persentase 65,2%, dan sebagian besar mempunyai kepatuhan minum obat yang tinggi yaitu sebanyak 21 orang dengan persentase 45,7%. Analisis hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obat hipertensi diperoleh nilai p<0,001 sehingga dapat dikatakan ada hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Puskesmas Kerambitan I. Rekomendasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perawat untuk selalu memberikan peningkatan self efikasi pasien sehingga kepatuhan dalam minum obat.