p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Fijai Pina
Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Pasifik Morotai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENENTUAN KESESUAIAN LAHAN WISATA DI SUB ZONA PEMANFAATAN PARIWISATA PULAU DODOLA Fijai Pina; Nurhalis Wahidin; Salim Abubakar
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jmpk4482

Abstract

Pemerintah provinsi menetapkan Kawasan Taman Wisata Perairan (TWP) Pulau Rao–Tanjung Dehegila di Kabupaten Pulau Morotai (luas area ±65.892,42 Ha) sebagai upaya menjaga ekosistem tetap terkontrol dan berkelanjutan. Kawasan konservasi ini dikelola untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman sumber daya hayati maupun non hayati, untuk mendukung kemajuan pembangunan wilayah terutama dalam bidang pariwisata dan perikanan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan kesesuaian dan daya dukung kawasan area pengembangan ekowisata bahari serta alokasi kesesuaian ekowisata bahari di Kawasan Konservasi berbasis data spasial. Metode pungumpulan data berdasarkan matriks kesesuaian ekowisata, Coral Reef Visual Census (UPT) dan Underwater Vidio Transek (UVT) untuk digunakan pengambilan data terumbu karang dan ikan karang, kemudian di analisis dengan menggunakan Coral Point Count with Excwl (CPCe) dan sofer ArGis 10.8. Hasil analisis kesesuaian dan daya dukung kawasan ekowisata bahari di Sub Zona Pemanfaatan Pariwisata Alam Perairan Pulau Dodola, untuk jenis kegiatan wisata rekreasi/pantai dengan Indek Kesesuaian Wisata (IKW) dengan luas area yang dapat dimanfaatkan (S1 ±14,29 Ha/(38%), (S2 ±10,64 Ha/29%) dan (S3 ±12,25 Ha /33%). Sedangkan untuk kegiatan wisata snorkeling dengan kelas kesesuaian lahan kategori (S1 ±28,71 Ha/13%), (S2 ±86,92 Ha/39%) dan kategori (S3 dengan luas area ±109,91 Ha (49%). Area yang tidak sesuai karena adanya pembudidayaan rumput laut oleh masyarakat Pulau Koloray. Sedangkan untuk kegiatan wisata diving kategori (S1 ±38,92 Ha/9%), (S2 ±203,94 Ha/48%) dan kategori (S3 dengan luas area ±184,13 Ha/43%).
PENGOLAHAN CANGKANG KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) SEBAGAI KAPUR SIRIH M. Jihar Kodobo; Fijai Pina; Marwa Safar
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/g03y8q91

Abstract

Pengolahan cangkang kerang dilakukan secara tradisonal.Ada beberapa kelompok masyarakat khusunya di Desa Wawama memproduksi cangkan kerang darah (Anadaragranosa) sebagai kapur sirih, untuk di jual dan dijadikan suatau usaha dalam menunjang perekonomian masyarakat setempat. Namun ada beberapa suplayer kapursirih di pasar CBD sering dikeluhkan konsumen karena tingkat kematangan kapursiri yang belum mencapai standar yang diinginkan, ada pun waktu dan bahan pembakaran cangkan gkerang yang tidak sesuai dengan pengolahan kapur sirih secara tradisonal, dapat mempengaruhui kualitas dan rasa, yang akan berdampak buruk terhadap prekonomian masyarakat tersebut. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui pengelolaan cangkang kerang darah (anadaragranosa) sebagai kapursiri. Prosedur pengambilan data Tahapan pertama dalam pembuatan kapur sirih yaitu cangkang kerang dibersikan dan dicuci hingga bersih. Tahap selanjutnya cangkang kerang dijemur selama 5 hari dibawah terik sinar matahari. Selanjutnya cangkang kerang dibakar dalam tumpukan kayu  sesuai dengan waktu pembakarang (waktupembakaran 3 dan 6 jam).Data yang di peroleh di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menujukan uji hedonic warna di peroleh pada sampel A2 dengan nilai rata-rata 4,7 ( suka). Sedangkanuntuk A1 memperolehnilai 3,4 (cukupsuka). Hedonik rasa, sampel A2 dengan nilai 5 (sangat suka) sampel A1 dengan nilai4 (suka). Hedonik aroma, sampel A2 4,2 (suka) sedangkan sampel A1 3 (cukup suka). Hedonik tekstur, sampel A2 4,3 (suka) sampel A1 dengan nilai 3,7 (cukup suka). Dapat dilihat bahwa uji hedonic darike 4 parameter yang paling dominan yaitu parameter rasa dengan nilai 5 (sanggat suka) karna di pengaruhi oleh lama pembakaran yakni 6 jam.