p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Febriananta Jatnika
Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LITERATURE REVIEW: PENGARUH PENGGUNAAN SERAT ALAMI DAN SINTETIS TERHADAP KINERJA BETON Natanael Nugraha Haloho; Febriananta Jatnika
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/8vpjk570

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang unggul dalam kekuatan tekan, namun memiliki keterbatasan dalam kekuatan tarik dan rentan terhadap retak. Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan serat alami dan sintetis terhadap kinerja beton melalui pendekatan kajian literatur secara sistematis. Data diperoleh dari berbagai studi eksperimen terdahulu yang menguji penambahan serat, baik yang bersumber dari bahan alami (misalnya eceng gondok, serat kelapa, dan bambu) maupun sintetis (seperti polypropylene dan serat baja), pada campuran beton. Hasil kajian menunjukkan bahwa penambahan serat dapat meningkatkan ketahanan beton terhadap retak, memperbaiki kekuatan tarik, serta berpotensi meningkatkan kekuatan tekan, apabila dosis dan jenis serat yang digunakan telah dioptimalkan. Penelitian-penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa serat alami, meskipun memiliki keunggulan dari sisi keberlanjutan dan biaya, seringkali menghadapi tantangan terkait ketahanan jangka panjang dan variasi sifat mekanis. Di sisi lain, serat sintetis terbukti mampu meningkatkan performa mekanik beton, namun perlu diperhatikan pula dampaknya terhadap workability dan homogenitas campuran. Melalui analisis komparatif terhadap metode eksperimen dan analisis regresi yang digunakan dalam studi-studi tersebut, kajian ini mengidentifikasi rentang persentase optimal serat yang dapat menghasilkan beton dengan performa yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk pengembangan inovasi material beton, sekaligus mendorong penelitian lanjutan dalam optimasi penggunaan serat sebagai bahan tambah dalam konstruksi.
LITERATURE REVIEW: ANALISIS FAKTOR-FAKTOR RISIKO KESELAMATAN KERJA PADA PROYEK REPETITIF Febriananta Jatnika; Raja Natimbul Valentino Hutabarat
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/r77qmq17

Abstract

Keselamatan kerja dalam proyek konstruksi repetitif menjadi perhatian utama karena tingginya tingkat risiko kecelakaan yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko keselamatan kerja dalam proyek repetitif melalui tinjauan literatur dari berbagai sumber akademik yang kredibel. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor risiko dalam proyek repetitif dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok utama, yaitu faktor manusia, faktor lingkungan kerja, dan faktor manajerial. Faktor manusia mencakup kelelahan akibat pekerjaan yang berulang, rendahnya kesadaran terhadap prosedur keselamatan, serta tekanan waktu yang tinggi. Faktor lingkungan kerja meliputi perubahan kondisi lapangan, penggunaan alat berat secara terus-menerus, dan paparan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang dapat memperbesar potensi kecelakaan. Sementara itu, faktor manajerial melibatkan kurangnya pengawasan, perencanaan keselamatan yang tidak optimal, serta keterbatasan pelatihan bagi pekerja. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa interaksi antara faktor-faktor ini dapat meningkatkan potensi kecelakaan kerja secara signifikan, terutama dalam proyek repetitif yang memiliki durasi panjang dan melibatkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan sistematis dalam mengidentifikasi dan mengelola faktor risiko untuk meningkatkan keselamatan kerja. Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor risiko ini, strategi mitigasi dapat difokuskan pada peningkatan sistem manajemen keselamatan, optimalisasi jadwal kerja untuk mengurangi kelelahan, serta peningkatan pengawasan dan pelatihan keselamatan bagi pekerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan keselamatan yang lebih efektif dalam proyek konstruksi repetitif.