Beton merupakan material konstruksi yang unggul dalam kekuatan tekan, namun memiliki keterbatasan dalam kekuatan tarik dan rentan terhadap retak. Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan serat alami dan sintetis terhadap kinerja beton melalui pendekatan kajian literatur secara sistematis. Data diperoleh dari berbagai studi eksperimen terdahulu yang menguji penambahan serat, baik yang bersumber dari bahan alami (misalnya eceng gondok, serat kelapa, dan bambu) maupun sintetis (seperti polypropylene dan serat baja), pada campuran beton. Hasil kajian menunjukkan bahwa penambahan serat dapat meningkatkan ketahanan beton terhadap retak, memperbaiki kekuatan tarik, serta berpotensi meningkatkan kekuatan tekan, apabila dosis dan jenis serat yang digunakan telah dioptimalkan. Penelitian-penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa serat alami, meskipun memiliki keunggulan dari sisi keberlanjutan dan biaya, seringkali menghadapi tantangan terkait ketahanan jangka panjang dan variasi sifat mekanis. Di sisi lain, serat sintetis terbukti mampu meningkatkan performa mekanik beton, namun perlu diperhatikan pula dampaknya terhadap workability dan homogenitas campuran. Melalui analisis komparatif terhadap metode eksperimen dan analisis regresi yang digunakan dalam studi-studi tersebut, kajian ini mengidentifikasi rentang persentase optimal serat yang dapat menghasilkan beton dengan performa yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk pengembangan inovasi material beton, sekaligus mendorong penelitian lanjutan dalam optimasi penggunaan serat sebagai bahan tambah dalam konstruksi.