Kegiatan operasional PT. X sebagai industri manufaktur wadah dan tangki logam menghasilkan air limbah domestik dari aktivitas sanitasi karyawan, tempat ibadah, pencucian, serta pembersihan area kerja. Apabila tidak dikelola secara optimal, limbah ini berpotensi besar mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas badan air penerima. Studi ini dilakukan guna mengevaluasi tingkat efektivitas serta efisiensi sistem pengolahan limbah cair domestik di PT. X untuk didaur ulang menjadi air penyiraman Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non-Hijau (RTNH). Strategi rekayasa lingkungan ini bertujuan untuk menekan konsumsi air bersih secara signifikan sekaligus mengurangi beban pembuangan zat pencemar ke ekosistem sekitar. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah metode kuantitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui survei lapangan, pengamatan kondisi eksisting, serta pengujian sampel limbah di laboratorium. Sementara itu, data sekunder mencakup catatan volume penggunaan air bersih, total pegawai, dan diagram neraca air perusahaan. Analisis dilakukan terhadap fluktuasi kebutuhan air, debit limbah, karakteristik parameter pencemar, performa teknis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) biofilter aerob, hingga efisiensi pemanfaatan air hasil daur ulang. Hasil studi menunjukkan bahwa unit IPAL biofilter aerob berkapasitas 15 m³ mampu mereduksi kadar polutan hingga memenuhi standar baku mutu air penyiraman. Pemanfaatan air hasil olahan untuk area RTH dan RTNH ini berhasil mencapai efisiensi penggunaan air sebesar 96,11%, dengan penerapan dosis siram sebesar 5,62 L/m² dengan luas lahan pemanfatan sebesar 1.791 m² .