Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengambilan keputusan dalam mengatasi masalah keterlambatan siswa di UPTD SD Negeri 01 Taeh Baruah. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan narasumber kepala sekolah dan guru piket. Hasil observasi menunjukkan bahwa keterlambatan siswa merupakan permasalahan yang cukup sering terjadi dan berpotensi memengaruhi efektivitas proses pembelajaran serta pembentukan karakter disiplin peserta didik. Berdasarkan data yang diperoleh, rata-rata terdapat tujuh siswa yang terlambat setiap hari. Faktor penyebab keterlambatan meliputi faktor internal, seperti bangun kesiangan dan rendahnya kesadaran disiplin, serta faktor eksternal, seperti jarak rumah yang jauh, cuaca, dan kendala transportasi. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, pihak sekolah melakukan pengambilan keputusan melalui musyawarah yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Keputusan yang diambil meliputi program pembinaan disiplin pagi, pencatatan kehadiran secara ketat, pemberian teguran dan pembinaan, pelibatan orang tua, serta evaluasi berkala. Hasil implementasi keputusan menunjukkan adanya penurunan jumlah siswa yang terlambat menjadi sekitar tiga hingga empat siswa per hari, meningkatnya kesadaran siswa terhadap pentingnya disiplin, terciptanya budaya disiplin di lingkungan sekolah, serta meningkatnya kerja sama antara sekolah dan orang tua. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan yang dilakukan di SD Negeri 01 Taeh Baruah dapat dinilai efektif dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dan mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih kondusif.