Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Formula Enteral Blenderized Rendah Indeks Glikemik berbahan Dasar Labu Kuning, Putih Telur Ayam, dan Kacang Hijau (BUTEJO) Regita Shalsabillah Dhita Alam; Alifia Divana Ayu Swastikaningrum; Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari; Rewinta Putri Denaru Kelimari; Tsania Izza Alfadila; Farida Nur Isnaeni; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Salah satu cara untuk mencegah malnutrisi dan hiperkatabolisme pada pasien diabetes mellitus adalah dengan pemberian formula enteral blenderized rendah indeks glikemik. Pembuatan formula enteral blenderized rendah indeks glikemik dapat menggunakan bahan lokal yaitu labu kuning, putih telur ayam, dan kacang hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan formulasi enteral rendah indeks glikemik berbasis labu kuning, putih telur ayam, dan kacang hijau (BUTEJO) serta melakukan pengujian mutu fisik dan daya terima. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan 2 formula dengan variasi perbandingan putih telur ayam dan kacang hijau 1:1 (F1) dan 2:1 (F2). Selanjutnya akan dilakukan pengujian mutu dan daya terima. Uji mutu yang dilakukan yaitu uji viskositas menggunakan viskometer, osmolalitas menggunakan osmometer, uji daya alir menggunakan selang NGT, uji endapan dilakukan dengan membiarkan formula selama 6 jam dalam suhu ruang. Uji daya terima menggunakan uji hedonik. Kandungan gizi dihitung secara empiris menggunakan microsoft excel dengan data dari TKPI 2019, hasil dari uji mutu diolah secara deskriptif, uji daya terima diolah menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjut Man Whitney. Hasil: Hasil uji mutu menunjukkan formula 1 memiliki viskositas 42,37cP dan osmolalitas 296 mOsm/kg, sementara formula 2 memiliki viskositas 117,2cP dan osmolalitas 329 mOsm/kg. Hasil uji daya alir pada selang 12 Fr menunjukkan 1,725 cc/detik untuk formula 1 dan 0,695 cc/detik untuk formula 2, sedangkan pada selang 14 Fr, masing masing 2,245 cc/detik dan 0,96 cc/detik. Tidak terdapat endapan setelah 6 jam pengujian, dan berdasarkan parameter keseluruhan pada uji organoleptik didapatkan rata-rata panelis netral terhadap formula 1 dan formula 2. Simpulan: Berdasarkan uji mutu dan daya terima, formula terbaik yaitu formula BUTEJO Formula 1 (1:1) karena memiliki viskositas, osmolalitas, dan daya terima yang lebih baik dibandingkan F2.
Formula Enteral berbasis Kedelai, Labu Kuning, Putih Telur Ayam (KELAPI) sebagai Diet Tinggi Energi Tinggi Protein Alifia Divana Ayu Swastikaningrum; Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari; Rewinta Putri Denaru Kelimari; Tsania Izza Alfadila; Regita Shalsabillah Dhita Alam; Farida Nur Isnaeni
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Status gizi yang optimal merupakan aspek krusial dalam mempercepat proses penyembuhan pasien, khususnya pasien dengan kebutuhan khusus seperti pasien dengan malnutrisi, luka kronis, atau dalam fase pemulihan pascaoperasi karena peningkatan katabolisme. Oleh itu untuk memenuhi kebutuhan maka bisa ditambahkan suplementasi gizi seperti formula enteral berupa diet tinggi energi dan tinggi protein berbasis pangan lokal (kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam) untuk memenuhi kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pembuatan dan pengujian formula enteral tinggi energi dan tinggi protein berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperimental yang diawali dengan formulasi produk enteral KELAPI. Perhitungan kandungan zat gizi dilakukan secara empiris menggunakan aplikasi Nutrisurvey 2007. Formula yang telah disusun kemudian diuji melalui serangkaian pengujian mutu fisik, meliputi: viskositas menggunakan viskometer, osmolalitas menggunakan osmometer, serta daya alir menggunakan Nasogastric Tube (NGT) ukuran 12 Fr dan 14 Fr. Uji endapan dilakukan selama 6 jam. Selain itu, dilakukan uji organoleptik oleh 15 panelis untuk menilai karakteristik sensorik formula. Data hasil uji organoleptik kemudian dianalisis menggunakan uji beda non-parametrik Mann-Whitney. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan rata-rata viskositas formula enteral berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam adalah 12,22 cP, osmolalitas 420 mOsm/kg, daya alir pada selang 12 Fr adalah 1,67 cc/detik dan selang 14 Fr adalah 2,73 cc/detik, tidak terdapat endapan setelah 6 jam pengujian, dan berdasarkan parameter organoleptik memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,8±0,68, yang menunjukkan bahwa responden cenderung menyukai formula tersebut. Kesimpulan: Secara keseluruhan pengujian formula enteral berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam sesuai dengan standar persyaratan formula enteral tinggi energi dan tinggi protein yang dapat mendukung manajemen gizi pada pasien dengan malnutrisi.