Kontrasepsi merupakan upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah suatu alat plastik atau logam kecil yang dimasukkan ke uterus melalui kanalis servikalis. AKDR terdiri dari dua macam, yaitu yang mengandung obat dan yang tidak mengandung obat. Efek samping lainnya mencakup perdarahan uterus abnormal, dismenorea, ekspulsi, atau perforasi uterus. Depo Provera adalah 6-alfa-medroksiprogesteron yang digunakan untuk kontrasepsi parenteral, memiliki efek progestagen yang kuat dan sangat efektif. Obat ini juga termasuk obat depot. Noristerat termasuk golongan kontrasepsi suntikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dengan suntik 3 bulan di Puskesmas Pundata Baji. Penelitian ini menggunakan penelitian analitik observasional berbasis cross-sectional dengan pendekatan retrospektif, dengan jumlah sampel sebanyak 405 ibu, terdiri dari 115 ibu pengguna AKDR dan 290 ibu pengguna suntik tiga bulan di Puskesmas Pundata Baji. Dari penelitian didapatkan, akseptor usia 15-19 tahun dan 20-24 tahun lebih banyak menggunakan suntik 3 bulan. Akseptor dengan 2 anak dan 2 anak lebih banyak menggunakan suntik 3 bulan. Akseptor dengan usia anak terkecil lebih banyak menggunakan suntik 3 bulan. Akseptor yang memilih metode karena kemudahan lebih banyak menggunakan suntik 3 bulan. Akseptor dengan tingkat pendidikan menengah dan tinggi lebih banyak menggunakan suntik 3 bulan. Akseptor yang hanya sebagian ibu rumah tangga lebih banyak menggunakan suntik 3 bulan, sementara yang memiliki pekerjaan lebih banyak menggunakan AKDR. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perbandingan terhadap AKDR dan suntik 3 bulan terdapat pada faktor kemudahan metode pemasangan, tingkat pendidikan, dan pekerjaan.