p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INLAW
Allycia Rhamadhanti
Universitas Pancasila

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Problematika Pengelolaan APBD Dan Pelayanan Dasar Pasca Pemekaran Papua Barat Daya Dan Mewujudkan Efektivitas Pemerintahan Daerah Alifia Ramadhanti Ananta; Amanda Reviana; Allycia Rhamadhanti
Indonesian Journal of Law Vol. 3 No. 6 (2026): INLAW - JUNI 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya sebagai daerah otonom baru merupakan langkah pemerintah untuk mendekatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala, terutama terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta penyediaan pelayanan dasar kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pengelolaan APBD dan pelayanan dasar pasca pemekaran Papua Barat Daya serta mengkaji upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan efektivitas pemerintahan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan APBD di Papua Barat Daya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas kelembagaan, ketergantungan terhadap transfer pusat, serta belum optimalnya perencanaan dan pengawasan anggaran. Di sisi lain, pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur masih belum merata akibat keterbatasan sumber daya dan kondisi geografis wilayah. Untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan daerah, diperlukan penguatan tata kelola keuangan daerah, peningkatan kapasitas aparatur, optimalisasi koordinasi antarlembaga, serta pengalokasian anggaran yang lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, tujuan pemekaran daerah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pelayanan publik dapat tercapai secara lebih optimal
Analisis Perlindungan Hukum Terhadap Buruh Wanita Yang Mengalami Phk Saat Hamil Dalam Perspektif Hukum Ketenagakerjaan Indonesia: Studi Kasus PT Hong FA International Amanda Reviana; Alifia Ramadhanti Ananta; Allycia Rhamadhanti; Givari Usnawas
Indonesian Journal of Law Vol. 3 No. 6 (2026): INLAW - JUNI 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diskriminasi terhadap pekerja perempuan, khususnya yang berkaitan dengan fungsi reproduksi seperti kehamilan, masih menjadi persoalan serius dalam dunia ketenagakerjaan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan hukum ketenagakerjaan Indonesia dalam mengatur perlindungan terhadap buruh wanita yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) saat hamil serta menganalisis penerapan asas kebebasan berkontrak dan itikad baik dalam perjanjian kerja, dengan memfokuskan kajian pada studi kasus PT Hong Fa International. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, UU No. 13 Tahun 2003 jo. UU No. 6 Tahun 2023 secara tegas melarang PHK atas alasan hamil. Namun, pada kasus PT Hong Fa International terjadi pelanggaran sistemik berupa pemaksaan pengunduran diri (constructive dismissal), status PKWT yang melanggar hukum, serta pengabaian hak normatif. Selain itu, asas kebebasan berkontrak disalahgunakan secara sepihak (pseudo freedom of contract) dan mengesampingkan asas itikad baik karena tidak adanya transparansi kontrak serta pelanggaran hak reproduksi pekerja