Iren Ransulangi
Institut Agama Kristen Negeri Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PANDANGAN MASYARAKAT KRISTEN TERHADAP KEMAJEMUKAN DI MANADO : ANALISIS SOSIOLOGIS DAN TEOLOGIS Juliana Mosey; Ria Bonya; Angelica Kaumbur; Moses Walukow; Iren Ransulangi; Kezia kusuma
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v2i2.638

Abstract

Manado dikenal secara nasional sebagai kota dengan tingkat toleransi yang tinggi, yang tercermin dalam semboyan "Torang Samua Basudara". Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan masyarakat Kristen di Manado terhadap kemajemukan agama dan budaya. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi literatur, artikel ini membedah berbagai dimensi yang membentuk konstruksi berpikir masyarakat Kristen dalam merespons kehadiran "liyan" (the other). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan masyarakat Kristen di Manado terhadap kemajemukan tidak hanya didasarkan pada landasan teologis kasih, tetapi juga dipengaruhi secara kuat oleh nilai-nilai kearifan lokal. Sinergi antara pemahaman Alkitabiah dan tradisi budaya menciptakan model pluralisme yang organik dan fungsional. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan kristen dan peran institusi gereja menjadi faktor kunci dalam melanggengkan harmoni di tengah arus globalisasi dan tantangan radikalisme.
Kemajemukan Agama dalam Perspektif Masyarakat Kristen di Manado: Kajian Teologi Sosial Kontemporer Juliana Mosey; Ria Bonya; Angelica Kaumbur; Iren Ransulangi; Kezia Kusuma
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 3 No 2 (2026): August
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v3i2.261

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pandangan masyarakat Kristen di Manado terhadap kemajemukan agama dalam perspektif teologi sosial kontemporer serta mengidentifikasi faktor teologis, kultural, dan pendidikan yang mendukung terbentuknya sikap inklusif. Penelitian ini bermanfaat secara teoretis bagi pengembangan teologi sosial kontekstual dan secara praktis bagi gereja serta lembaga pendidikan Kristen dalam memperkuat toleransi, dialog lintas agama, pendidikan perdamaian, dan literasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal, buku akademik, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen kelembagaan yang relevan, kemudian dianalisis secara tematik melalui proses identifikasi, pengodean, pengelompokan tema, perbandingan, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan inklusif masyarakat Kristen di Manado dibentuk melalui keterkaitan antara teologi kasih, konsep Imago Dei, kearifan lokal Torang Samua Basudara, budaya Mapalus, pengalaman interaksi lintas agama, serta pendidikan Kristen. Pendidikan Kristen berperan penting dalam mentransformasikan nilai tersebut menjadi karakter inklusif, sedangkan gereja, keluarga, sekolah, dan komunitas menjadi ruang strategis pembentukannya. Penelitian menyimpulkan bahwa kemajemukan perlu dipahami bukan sekadar sebagai realitas yang ditoleransi, tetapi sebagai ruang praksis iman untuk membangun persaudaraan, perdamaian, keadilan, dan tanggung jawab sosial.