p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Sipil
Ariel Krisar Abyasa
Institut Teknologi Sumatera

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prediksi Dampak Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Pada Permintaan Perjalanan Udara Antar Provinsi di Pulau Sumatera Andry Yuliyanto; Kirtinanda P; Ariel Krisar Abyasa; M Reno Pranata
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1188

Abstract

 Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perpindahan perjalanan penumpang udara ke kendaraan bermotor akibat pembangunan jalan Tol Trans Sumatera dan kenaikan harga tiket pesawat. Rute Bandar Lampung - Palembang, Pekanbaru - Padang, dan Medan - Aceh dianalisis sebagai rute yang paling representatifmenggambarkan situasi di Pulau Sumatera. Studi ini berfokus pada perjalanan antar kota dengan maksud perjalanan bisnis dan non bisnis. Variabel yang digunakan dalam studi ini yaitu waktu perjalanan, waktu tunggu, biaya perjalanan, tingkat keamanan, dan tingkat kenyamanan. Sebagai alat pengumpulan data digunakan teknik Stated Preference (SP) dan multinomial logit model untuk metodologi analisis. Model yang didapatkan menunjukan biaya perjalanan dan waktu perjalanan merupakan variabel yang paling signifikan. Model ini juga menegaskan bahwa Jalan Tol Trans Sumatera berdampak pada penurunan permintaan perjalanan udara di Pulau Sumatera. Selain itu pelaku perjalanan non bisnis lebih mudah untuk berpindah moda dibandingkan dengan perjalanan bisnis. Penelitian ini menunjukan bahwa penumpang pesawat bersifat inelastik terkait perubahan waktu tempuh dan biaya perjalanan.   Kata kunci: Stated Preference, Multinomial Logit Model, Jalan Tol Trans Sumatera, Permintaan Perjalanan Udara     Abstract   This study aims to analyze the factors that affect the potential transfer from air travel demand to the motorized vehicles due to the Trans Sumatra Toll Road construction and the increase in air ticket prices. Bandar Lampung - Palembang, Pekanbaru - Padang, and Medan - Aceh routes were assigned as the most representative routes for evaluating demand distribution in Sumatra. This study focuses on inter-city travel with business and non-business travel. The variables used in this study are travel time, time for waiting for the mode, travel costs, security level, and comfort level. To collect the data Stade Preference (SP) and multinomial logit model were used for the analysis. The model shows that travel costs and time are the most significant variables. This model also confirms that the Trans Sumatra Toll Road impacts decreasing demand for air travel on Sumatra Island. In addition, non-business travellers are more accessible to change modes than business trips. This research found that air passengers were inelastic related to changes in travel time and travel costs.   Keywords: Stated Preference, Multinomial Logit Model, Trans Sumatera Toll Road, Air Demand
Studi Pengaruh Kedalaman Penetrasi dan Konsistensi Tanah Terhadap Kestabilan Dinding Sheet Pile Kantilever: sheet pile, rasio D/H, faktor keamanan, defleksi lateral, momen lentur. Ariel Krisar Abyasa; Julita Hayati
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1368

Abstract

Abstrak   Kinerja dinding sheet pile kantilever sangat dipengaruhi oleh konsistensi tanah. Studi ini mengevaluasi kinerja dinding sheet pile kantilever dengan memfokuskan analisis pada pengaruh rasio kedalaman penetrasi terhadap kedalaman galian (D/H) dan variasi konsistensi tanah. Menggunakan pemodelan numerik berbasis metode elemen hingga (FEM) dengan Hardening Soil Model, penelitian ini mensimulasikan respons struktur pada empat jenis tanah homogen, yaitu lempung lunak, lempung kaku, pasir lepas, dan pasir padat sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rasio D/H meningkatkan nilai SF secara linear, sedangkan reduksi defleksi dan momen lentur bersifat nonlinier (hiperbolik). Secara kuantitatif, pada galian terdalam (H = 12 m), stiff clay menunjukkan stabilitas tertinggi dengan SF 1,024 sedangkan medium dense sand dengan SF 1,005. Temuan krusial menunjukkan bahwa soft clay hanya mampu menahan galian maksimum hingga 4 m (SF = 1,01), sementara loose sand mencapai batas kritis pada kedalaman 9 m. Analisis deformasi mengidentifikasi adanya zona sensitif, yaitu rentang rasio D/H di mana penambahan penetrasi memberikan reduksi defleksi paling signifikan. Zona ini berada pada rasio D/H 1,5–4,0 untuk tanah lempung kaku dan pasir, serta bergeser ke rasio yang lebih tinggi, yaitu 6,5–9,0, untuk lempung lunak. Penambahan penetrasi di luar rentang tersebut terbukti tidak efektif secara marginal dalam meningkatkan stabilitas karena dinding telah mencapai kondisi yang stabil. Pada tanah lempung lunak penggunaan perkuatan tambahan, seperti angkur, sangat direkomendasikan guna memitigasi risiko kegagalan basal heave.   Kata kunci: dinding sheet pile, rasio D/H, faktor keamanan, defleksi lateral, momen lentur.   Abstract The performance of cantilever sheet pile walls is significantly influenced by soil consistency. This study evaluates the performance of cantilever sheet pile walls, focusing the analysis on the effects of the penetration depth-to-excavation depth ratio (D/H) and variations in soil consistency. Utilizing numerical modeling based on the finite element method (FEM) with the hardening soil model, this research simulates the structural response across four types of homogenous soils: soft clay, stiff clay, loose sand, and medium-dense sand. The results indicate that increasing the D/H ratio linearly improves the safety factor (SF), whereas the reductions in deflection and bending moment exhibit non-linear (hyperbolic) behavior. Quantitatively, at the deepest excavation (H = 12 m), stiff clay shows the highest stability with an SF of 1.024, while medium dense sand has an SF of 1.005. Crucial findings reveal that soft clay can only sustain a maximum excavation depth of up to 4 m (SF = 1.01), while loose sand reaches its critical limit at a depth of 9 m. Deformation analysis identifies a sensitive zone, defined as the D/H ratio range where further penetration yields the most significant reduction in deflection. This zone spans a D/H ratio of 1.5–4.0 for stiff clay and sandy soils, shifting to a higher range of 6.5–9.0 for soft clay. Penetration beyond this range provides negligible marginal benefits in enhancing stability because the wall has already reached a stable condition. For soft clay soils, the implementation of additional reinforcement, such as anchors, is highly recommended to mitigate the risk of basal heave failure.   Keywords: sheet pile wall, D/H ratio, safety factor, lateral deflection, bending moment.