Retno Sri Lestari
Pendidikan Profesi Dietisien, Poltekkes Kemenkes Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penambahan Tahu Dan Daun Kelor Pada Kaki Naga Ikan Kembung Sebagai Pemberian Makanan Tambahan Pencegahan Stunting Shinta Furry Anggareni; Retno Sri Lestari; Hikmawati Mas’ud
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.77

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang tinggi di Indonesia, terutama akibat rendahnya asupan protein dan zat besi pada anak balita. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang kaya akan protein dan zat besi. Inovasi produk seperti kaki naga ikan kembung dengan penambahan tahu dan daun kelor sebagai bahan pangan tinggi protein menjadi alternatif yang potensial. Mengetahui daya terima, serta kandungan protein dan zat besi pada kaki naga ikan kembung dengan penambahan tahu dan daun kelor sebagai PMT pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan: P0 (kontrol), P1 (30 g tahu dan 10 g daun kelor), dan P2 (25 g tahu dan 15 g daun kelor). Uji daya terima dilakukan secara organoleptik dengan metode hedonik oleh 40 panelis agak terlatih. Kandungan protein dianalisis menggunakan metode Kjeldahl, dan zat besi dianalisis dengan metode spektrofotometri serapan atom (AAS). Uji organoleptik menunjukkan tidak ada perbedaan nyata pada parameter warna (p>0,05), namun terdapat perbedaan nyata pada aroma, tekstur, dan rasa (p<0,05). Perlakuan P1 memperoleh nilai tertinggi dalam ketiga parameter tersebut. Kandungan protein meningkat dari 9,02 g (P0) menjadi 9,76 g (P1), dan zat besi dari 3,71 mg menjadi 3,90 mg per 100 g. Perlakuan P1 (penambahan 30 g tahu dan 10 g daun kelor) memberikan daya terima terbaik serta kandungan protein dan zat besi lebih tinggi dibanding kontrol, sehingga berpotensi sebagai PMT pencegahan stunting.  
Edukasi Stunting dengan Metode Penyuluhan dan Metode Games Spin Wheel terhadap Pengetahuan Remaja Putri di SMAN 19 Makassar Nelsy Puspita Pangala; Mustamin Mustamin; Retno Sri Lestari
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.80

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi, termasuk di Kota Makassar. Remaja putri memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting sejak dini, namun masih banyak yang mengalami anemia, gizi kurang, dan kekurangan energi kronik. Edukasi interaktif seperti media spin wheel berpotensi meningkatkan pengetahuan gizi remaja secara lebih efektif dibandingkan penyuluhan konvensional, namun belum banyak diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan efektivitas metode penyuluhan dan metode games spin wheel dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan stunting sejak dini di SMAN 19 Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah desain quasi eksperimen terhadap 30 remaja putri yang dibagi dalam dua kelompok eksperimen berbasis games spin wheel dan kelompok kontrol penyuluhan (powerpoint dan leaflet). Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest serta pemeriksaan status gizi dan hemoglobin. Analisis dilakukan dengan uji statistik paired t-test, uji wilcoxon dan uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan awal pada kedua kelompok termasuk kategori rendah (<60%). Setelah intervensi, skor pengetahuan meningkat signifikan pada kedua kelompok (p = 0,001). Kelompok penyuluhan meningkat dari 47,33 menjadi 91,33, sedangkan kelompok spin wheel dari 48,33 menjadi 98,67. Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan peningkatan antar kelompok signifikan (p = 0,002). Kesimpulan kedua metode efektif meningkatkan pengetahuan, namun media spin wheel lebih unggul secara statistik dan disarankan untuk menjadi media edukasi cegah stunting sejak dini pada remaja.