Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan daya tahan kardiovaskular pada atlet Pencak Silat Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 20 atlet pencak silat putra yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran IMT dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sedangkan daya tahan kardiovaskular diukur menggunakan Harvard Step Test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata IMT atlet sebesar 20,30 yang berada pada kategori normal, sedangkan nilai rata-rata daya tahan kardiovaskular sebesar 77,19 ml/kg/menit. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan daya tahan kardiovaskular dengan nilai signifikansi P = 0,013 (P < 0,05). Hubungan tersebut bersifat negatif, yang berarti bahwa semakin tinggi nilai IMT atlet, maka cenderung semakin rendah daya tahan kardiovaskular yang dimiliki, dan sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Indeks Massa Tubuh memiliki hubungan yang signifikan dengan daya tahan kardiovaskular pada atlet pencak silat FIKK UNM. Oleh karena itu, pengelolaan komposisi tubuh melalui program latihan yang terstruktur dan penerapan pola hidup sehat perlu diperhatikan dalam pembinaan atlet guna mendukung peningkatan daya tahan kardiovaskular dan performa atlet secara optimal.