Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI KETERAMPILAN AKURASI SHOOTING DALAM PERMAINAN BOLA FUTSAL MAHASISWA PJKR FIKK UNM Muh. Syachrul Syamsuddin; M. Said Zainuddin; Muh. Syaiful Syam
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Jurnal Ilmiah Spirit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan akurasi shooting dalam permainan futsal mahasiswa PJKR FIKK UNM. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan instrumen tes shooting yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori penilaian, yaitu baik sekali, baik, sedang, kurang, dan kurang sekali. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan rumus persentase (P = F/N × 100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori sedang (39,0%), diikuti kategori baik (24,4%), kurang (22,0%), kurang sekali (12,2%), dan baik sekali (2,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa keterampilan shooting mahasiswa masih belum optimal dan memerlukan peningkatan melalui latihan yang terstruktur dan evaluasi berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan shooting mahasiswa secara umum berada pada tingkat cukup dan perlu pengembangan lebih lanjut untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pembelajaran futsal.
EFEKTIVITAS PROGRAM STRENGTH TRAINING TERHADAP KECEPATAN SPRINT PEMAIN SEPAK BOLA PERSATUAN SEPAKBOLA CILALLANG Muh. Syachrul Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Jurnal Ilmiah Spirit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6658

Abstract

Kecepatan sprint merupakan komponen fisik yang sangat krusial dalam permainan sepak bola, namun sering kali luput dari program latihan yang terstruktur pada klub-klub amatir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program strength training terhadap peningkatan kecepatan sprint pemain sepak bola Persatuan Sepakbola (PS) Cilallang. Metode yang digunakan adalah pre-experimental design dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 20 pemain putra berusia 17–22 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Program strength training diterapkan selama delapan minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu, mencakup latihan squat, leg press, lunges, dan plyometric box jump. Pengukuran kecepatan sprint dilakukan menggunakan tes lari 40 meter dengan alat ukur stopwatch digital. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test pada taraf signifikansi ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata kecepatan sprint yang signifikan dari 5,87 detik (pretest) menjadi 5,42 detik (posttest), dengan persentase peningkatan sebesar 7,67%. Uji statistik menghasilkan nilai t-hitung = 8,342 > t-tabel = 2,093 dengan nilai signifikansi p = 0,000 < 0,05. Dengan demikian, program strength training yang terstruktur dan sistematis terbukti efektif secara statistik dalam meningkatkan kecepatan sprint pemain sepak bola PS Cilallang. Temuan ini mendukung pentingnya integrasi latihan kekuatan otot tungkai dalam program periodisasi latihan sepak bola amatir.
Optimalisasi Potensi Wisata Olahraga sebagai Upaya Pengembangan Destinasi Leang-Leang Kabupaten Maros. Muhammad Ivan Miftahul Aziz; Andi Febi Irawati; Hezron Alhim Dos Santos; Muh. Syachrul Syamsuddin; Irfan Yunus
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Prasejarah Leang-Leang di Kabupaten Maros merupakan destinasi wisata dengan potensi pengembangan yang signifikan sebagai kawasan wisata olahraga berbasis sejarah, budaya, dan alam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi wisata olahraga sebagai upaya pengembangan destinasi wisata Leang-Leang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan identifikasi potensi kegiatan wisata olahraga serta fasilitas pendukung wisata. Hasil observasi menunjukkan bahwa kawasan Leang-Leang memiliki potensi untuk mengembangkan kegiatan olahraga rekreasi seperti trekking, pendakian ringan, jogging, dan wisata alam edukatif yang didukung oleh lanskap karst, lingkungan yang indah, dan keberadaan situs prasejarah bernilai sejarah tinggi. Selain itu, kawasan wisata ini juga didukung oleh aksesibilitas dan fasilitas wisata yang memadai. Pengembangan wisata olahraga di kawasan Leang-Leang berpotensi meningkatkan daya tarik destinasi, mempromosikan pariwisata daerah, dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar melalui usaha pariwisata dan jasa pendukung pariwisata. Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan wisata olahraga berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan. secara berkelanjutan.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap Daya Tahan Kardiovaskular pada Atlet Pencak Silat FIKK UNM Muslim Ilyas; Muh. Syachrul Syamsuddin
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v6i1.165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan daya tahan kardiovaskular pada atlet Pencak Silat Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 20 atlet pencak silat putra yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran IMT dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sedangkan daya tahan kardiovaskular diukur menggunakan Harvard Step Test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata IMT atlet sebesar 20,30 yang berada pada kategori normal, sedangkan nilai rata-rata daya tahan kardiovaskular sebesar 77,19 ml/kg/menit. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan daya tahan kardiovaskular dengan nilai signifikansi P = 0,013 (P < 0,05). Hubungan tersebut bersifat negatif, yang berarti bahwa semakin tinggi nilai IMT atlet, maka cenderung semakin rendah daya tahan kardiovaskular yang dimiliki, dan sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Indeks Massa Tubuh memiliki hubungan yang signifikan dengan daya tahan kardiovaskular pada atlet pencak silat FIKK UNM. Oleh karena itu, pengelolaan komposisi tubuh melalui program latihan yang terstruktur dan penerapan pola hidup sehat perlu diperhatikan dalam pembinaan atlet guna mendukung peningkatan daya tahan kardiovaskular dan performa atlet secara optimal.
Edukasi Kebugaran dan Pemantauan Status Gizi Siswa Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pengukuran Fisik Andi Ihsan; Fatoni Fatoni; Ahmad Adil; Muh. Syachrul Syamsuddin; Andi Muhammad Rizky Al Mufarid
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v5i3.8705

Abstract

This community service program aims to increase students' health and fitness literacy through education and monitoring nutritional status based on physical measurements for students at SMP Negeri 2 Tombolo Pao, Gowa Regency. Activities are carried out with a participatory approach which includes fitness and nutrition education, anthropometric measurements, and physical fitness testing. Nutritional status is measured by calculating the Body Mass Index (BMI) based on height and weight, while cardiorespiratory fitness is measured using the Multistage Fitness Test (MFT) to estimate the VO₂max value. In addition, physical fitness components were measured through squat, sit-up and push-up tests. The results showed that of the 20 students who took part in the program, 17 students (85%) had normal nutritional status, 1 student (5%) was classified as fat, and 2 students (10%) were classified as obese. VO₂max measurements showed that 15 students (75%) were in the very good category, 3 students (15%) in the good category, and 2 students (10%) in the elite category. Implementation of education and physical measurements increases students' understanding of the importance of physical activity, a balanced nutritious diet, and maintaining physical fitness. This activity also produces a profile of students' nutritional and fitness status which can be used by schools as a basis for preparing health and fitness development programs. This service program has proven to be effective as a promotive and preventive effort in supporting the creation of a healthy, active and fit school environment.