Rohmanur Mala
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Principal supervision in enhancing middle school teachers' professionalism Tarso Tarso; Priadi Surya; Rif’an Efendi; Rohmanur Mala
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.81869

Abstract

Supervision has a strategic role in improving the quality of teaching and teacher professionalism in the school environment. This study describes the principal's supervision strategy in improving teacher professionalism at SMP Muhammadiyah 2 Samigaluh. The study used a qualitative method with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The study results indicate that academic supervision is designed through annual and semester programs, including learning administration, teaching and learning activities, and evaluation. The implementation of supervision is carried out individually and in groups with a collaborative approach involving the principal and the supervision team. Evaluation supervision is carried out every semester to identify strengths and weaknesses and design teacher competency improvement programs. Supervision also encourages professional development through training, workshops, and mentoring. Supporting factors for supervision include positive teacher attitudes, harmonious relationships, and periodic training. Obstacles include limited time, teacher mental readiness, and limited facilities and budget. Planned, evaluative, and adaptive supervision has created an effective and professional learning environment.   Abstrak Supervisi mempunyai peran yang strategis dalam meningkatkan mutu pengajaran dan profesionalisme guru dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP Muhammadiyah 2 Samigaluh. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dirancang melalui program tahunan dan semesteran yang mencakup administrasi pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi. Pelaksanaan supervisi dilakukan secara individual dan kelompok dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan kepala sekolah dan tim supervisi. Evaluasi supervisi dilakukan setiap semester untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta merancang program peningkatan kompetensi guru. Supervisi juga mendorong pengembangan profesional melalui pelatihan, lokakarya, dan pendampingan. Faktor pendukung supervisi meliputi sikap positif guru, hubungan harmonis, dan pelatihan berkala. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, kesiapan mental guru, serta fasilitas dan anggaran yang terbatas. Supervisi yang terencana, evaluatif, dan adaptif terbukti berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan profesional. Kata Kunci: kepala sekolah; profesionalisme guru; sekolah menengah pertama; supervisi akademik
Applying Merdeka Belajar in non-formal curriculum at PKBM Rumbai Koteka Rif’an Efendi; Priadi Surya; Tarso Tarso; Rohmanur Mala
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.83921

Abstract

Non-formal education plays a crucial role in providing access to learning for communities that are not served by the formal education system. This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Belajar policy within the non-formal education curriculum at PKBM Rumbai Koteka. The research employs a qualitative descriptive approach, involving subjects such as administrators, tutors, learners, and alumni of the equivalency program. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, presentation, verification, and conclusion drawing. The findings indicate that the curriculum at PKBM Rumbai Koteka reflects the principles of the Kurikulum Merdeka, which emphasizes flexibility, adaptability, and a learner-centered approach. Curriculum development follows the five-asset approach: human, natural, social, financial, and physical assets. Teaching modules are designed to replace traditional lesson plans and support independent learning. Implementation is carried out through intra curricular learning and project-based activities aligned with the Pancasila Student Profile and practical skills. Evaluation is conducted periodically using formative and summative assessments to ensure curriculum relevance. Overall, the Merdeka Belajar policy promotes contextual learning and cultivates independence, creativity, and student readiness to address global challenges.    Abstrak Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam menyediakan akses pembelajaran bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh sistem pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Merdeka Belajar dalam kurikulum pendidikan nonformal di PKBM Rumbai Koteka. Penelitian ini berpendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi pengelola, tutor, peserta didik, dan alumni program kesetaraan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum di PKBM Rumbai Koteka mencerminkan prinsip Kurikulum Merdeka, yaitu fleksibel, adaptif, dan berpusat pada siswa. Pengembangan kurikulum menggunakan pendekatan lima asset seperti manusia, alam, sosial, finansial, dan fisik. Modul ajar disusun sebagai pengganti RPP untuk mendukung pembelajaran mandiri. Implementasi dilakukan melalui pembelajaran intrakurikuler dan proyek berbasis karakter Profil Pelajar Pancasila serta keterampilan praktis. Evaluasi dilaksanakan secara berkala dengan asesmen formatif dan sumatif untuk menjamin relevansi kurikulum. Secara keseluruhan, kebijakan Merdeka Belajar mendukung pembelajaran yang kontekstual, mendorong kemandirian, kreativitas, dan kesiapan peserta didik menghadapi tantangan global. Kata Kunci: kurikulum; Merdeka Belajar; PKBM; pendidikan nonformal