Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Tantangan Implementasikan Pendekatan TaRL untuk Meningkatkan Kemampuan Matematis Siswa Deny Hadi Siswanto; Tarso Tarso; Siti Atwano Pisriwati
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 4 No. 1 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v4i1.81

Abstract

This study aims to identify problems in the field by describing the challenges faced by teachers in implementing the Teaching at the Right Level (TaRL) approach to mathematics learning in class X-A. This study uses a qualitative descriptive method. The data analyzed includes primary and secondary data collected through interviews, observations, and documentation. The data analysis process includes the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while the validity of the data is tested using triangulation techniques. The results of the study revealed a number of challenges in implementing the TaRL approach, namely: (1) lack of teacher understanding of the TaRL concept and techniques, (2) a heterogeneous classroom environment with 30 students, (3) limited time, costs, and monitoring of learning implementation, (4) minimal resources such as learning devices, and (5) limited training and socialization related to learning planning and evaluation with the TaRL approach. To overcome these challenges, schools or principals need to provide support in the form of training on the TaRL learning approach for teachers, as well as provide adequate facilities, learning resources, and budget allocations that support the implementation of learning.
Teacher qualifications in the implementation of the Kurikulum Merdeka and ISMUBA Tarso Tarso; Deny Hadi Siswanto; Aldo Setiawan
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.76836

Abstract

Developing flexible and innovative curricula is essential to meet the demands of 21st-century education. This study examines the curriculum's planning, implementation, and evaluation at SMA Muhammadiyah Mlati, focusing on teacher qualifications and the relevance of learning materials to contemporary knowledge advancements. A qualitative descriptive method with an exploratory case study design was employed, involving principals, vice-principals, and teachers as research subjects. Data were gathered through interviews, documentation, and observations. The findings indicate that the school has implemented the Merdeka Curriculum, which is integrated with the ISMUBA curriculum. This approach is tailored to students' needs, environmental potential, and the Ministry of Education and Muhammadiyah guidelines. The curriculum has improved educational quality significantly. Flagship programs such as Life Skills and Pondok Tahfidz also foster character development and competitiveness, leading to remarkable academic and non-academic achievements.   Abstrak Pengembangan kurikulum yang fleksibel dan inovatif telah menjadi kebutuhan penting bagi siswa di era modern. SMA Muhammadiyah Mlati menciptakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum, termasuk kualifikasi guru dan relevansi pembelajaran terkait dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif, yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah ini telah mengembangkan Kurikulum Merdeka yang terintegrasi dengan kurikulum ISMUBA. Kurikulum ini dirancang berdasarkan kebutuhan siswa, potensi lingkungan, dan arahan dari Kementerian Pendidikan serta Muhammadiyah. Pengembangan kurikulum ini telah meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah juga meluncurkan program unggulan seperti Life Skills dan Pondok Tahfidz untuk mendukung pengembangan karakter dan meningkatkan daya saing, yang menghasilkan pencapaian akademik dan non-akademik yang signifikan. Kata Kunci: kualifikasi guru; kurikulum ISMUBA; Kurikulum Merdeka
Principal supervision in enhancing middle school teachers' professionalism Tarso Tarso; Priadi Surya; Rif’an Efendi; Rohmanur Mala
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.81869

Abstract

Supervision has a strategic role in improving the quality of teaching and teacher professionalism in the school environment. This study describes the principal's supervision strategy in improving teacher professionalism at SMP Muhammadiyah 2 Samigaluh. The study used a qualitative method with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The study results indicate that academic supervision is designed through annual and semester programs, including learning administration, teaching and learning activities, and evaluation. The implementation of supervision is carried out individually and in groups with a collaborative approach involving the principal and the supervision team. Evaluation supervision is carried out every semester to identify strengths and weaknesses and design teacher competency improvement programs. Supervision also encourages professional development through training, workshops, and mentoring. Supporting factors for supervision include positive teacher attitudes, harmonious relationships, and periodic training. Obstacles include limited time, teacher mental readiness, and limited facilities and budget. Planned, evaluative, and adaptive supervision has created an effective and professional learning environment.   Abstrak Supervisi mempunyai peran yang strategis dalam meningkatkan mutu pengajaran dan profesionalisme guru dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP Muhammadiyah 2 Samigaluh. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dirancang melalui program tahunan dan semesteran yang mencakup administrasi pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi. Pelaksanaan supervisi dilakukan secara individual dan kelompok dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan kepala sekolah dan tim supervisi. Evaluasi supervisi dilakukan setiap semester untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta merancang program peningkatan kompetensi guru. Supervisi juga mendorong pengembangan profesional melalui pelatihan, lokakarya, dan pendampingan. Faktor pendukung supervisi meliputi sikap positif guru, hubungan harmonis, dan pelatihan berkala. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, kesiapan mental guru, serta fasilitas dan anggaran yang terbatas. Supervisi yang terencana, evaluatif, dan adaptif terbukti berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan profesional. Kata Kunci: kepala sekolah; profesionalisme guru; sekolah menengah pertama; supervisi akademik
Applying Merdeka Belajar in non-formal curriculum at PKBM Rumbai Koteka Rif’an Efendi; Priadi Surya; Tarso Tarso; Rohmanur Mala
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.83921

Abstract

Non-formal education plays a crucial role in providing access to learning for communities that are not served by the formal education system. This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Belajar policy within the non-formal education curriculum at PKBM Rumbai Koteka. The research employs a qualitative descriptive approach, involving subjects such as administrators, tutors, learners, and alumni of the equivalency program. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, presentation, verification, and conclusion drawing. The findings indicate that the curriculum at PKBM Rumbai Koteka reflects the principles of the Kurikulum Merdeka, which emphasizes flexibility, adaptability, and a learner-centered approach. Curriculum development follows the five-asset approach: human, natural, social, financial, and physical assets. Teaching modules are designed to replace traditional lesson plans and support independent learning. Implementation is carried out through intra curricular learning and project-based activities aligned with the Pancasila Student Profile and practical skills. Evaluation is conducted periodically using formative and summative assessments to ensure curriculum relevance. Overall, the Merdeka Belajar policy promotes contextual learning and cultivates independence, creativity, and student readiness to address global challenges.    Abstrak Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam menyediakan akses pembelajaran bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh sistem pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Merdeka Belajar dalam kurikulum pendidikan nonformal di PKBM Rumbai Koteka. Penelitian ini berpendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi pengelola, tutor, peserta didik, dan alumni program kesetaraan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum di PKBM Rumbai Koteka mencerminkan prinsip Kurikulum Merdeka, yaitu fleksibel, adaptif, dan berpusat pada siswa. Pengembangan kurikulum menggunakan pendekatan lima asset seperti manusia, alam, sosial, finansial, dan fisik. Modul ajar disusun sebagai pengganti RPP untuk mendukung pembelajaran mandiri. Implementasi dilakukan melalui pembelajaran intrakurikuler dan proyek berbasis karakter Profil Pelajar Pancasila serta keterampilan praktis. Evaluasi dilaksanakan secara berkala dengan asesmen formatif dan sumatif untuk menjamin relevansi kurikulum. Secara keseluruhan, kebijakan Merdeka Belajar mendukung pembelajaran yang kontekstual, mendorong kemandirian, kreativitas, dan kesiapan peserta didik menghadapi tantangan global. Kata Kunci: kurikulum; Merdeka Belajar; PKBM; pendidikan nonformal
Principal leadership in fostering an effective school culture in primary education Ervin Alberthina Dimara; Priadi Surya; Tarso Tarso
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.84113

Abstract

Principal leadership has a strategic role in creating a conducive, character-based, and competitive learning environment. This study was conducted because some elementary schools still lack optimal conditions for building an effective school culture. The purpose of this study is to describe the leadership style of the principal and his role in developing an effective school culture at SD Inpres 7 Sorong Regency. The approach used is qualitative with a case study type. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using Miles and Huberman's model, which involves three stages: data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study showed that the principal applied a situational leadership style, predominantly using a dominant participatory approach, and occasionally employed a delegative and authoritarian style. The principal fulfills the role of EMASLIM (Educator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Innovator, Motivator) through strategies such as strengthening the 5S culture, implementing school regulations, utilizing fingerprints, and offering moral mentoring programs. Adaptive and collaborative leadership has proven to be the key to forming an effective school culture and supporting the achievement of the school's vision and mission.   Abstrak Kepemimpinan kepala sekolah mempunyai peran yang strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, berkarakter, dan kompetitif. Penelitian ini dilakukan karena masih terdapat sekolah dasar yang belum optimal dalam membangun budaya sekolah yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan kepala sekolah dan perannya dalam mengembangkan budaya sekolah yang efektif di SD Inpres 7 Kabupaten Sorong. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan situasional dengan gaya dominan partisipatif, dan kadang-kadang menggunakan gaya delegatif dan otoriter. Kepala sekolah menjalankan peran EMASLIM (Educator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Innovator, Motivator) melalui strategi seperti penguatan budaya 5S, peraturan sekolah, sidik jari, dan program pendampingan moral. Kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif telah terbukti menjadi kunci untuk membentuk budaya sekolah yang efektif dan mendukung pencapaian visi dan misi sekolah. Kata Kunci: budaya sekolah efektif; kepemimpinan kepala sekolah; sekolah dasar
Archival management of educational staff in improving administrative services in senior high schools Adian Purwo Nugroho; Priadi Surya; Tarso Tarso
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.83935

Abstract

Well-organized archival management is a crucial element in supporting the efficiency of school administrative services. This study employed a qualitative descriptive approach to describe and analyze the implementation of educational archival management by administrative staff at SMA N 1 Sleman. Data were collected through observation, interviews, and documentation from January to March 2025. The findings indicate that archival management at SMA N 1 Sleman has been carried out systematically through the stages of planning, organizing, actuating, monitoring, and evaluating. The entire process, from receipt to record destruction, is conducted in an orderly manner according to established procedures and plays a strategic role in enhancing the quality of administrative services. Adequate facilities, staff training, and the leadership of the head of administration support the success of this management. However, challenges such as the school’s flood-prone location, limited storage space, and uneven staff competence remain obstacles. Improvement efforts, including digitization, the organization of document classification systems, and staff competency development, continue to be undertaken to enhance administrative efficiency and support the learning process.   Abstrak Manajemen kearsipan yang terorganisasi dengan baik merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung efisiensi pelayanan administrasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan manajemen arsip pendidikan oleh staf administrasi di SMA N 1 Sleman. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada periode Januari–Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kearsipan oleh tenaga kependidikan SMA N 1 Sleman telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Proses mulai dari penerimaan hingga pemusnahan arsip dijalankan secara tertib sesuai prosedur, dan berperan strategis dalam meningkatkan mutu layanan administrasi sekolah. Keberhasilan pengelolaan arsip didukung oleh fasilitas yang memadai, pelatihan tenaga kependidikan, serta peran kepala tata usaha. Namun, kendala seperti lokasi yang rawan banjir, keterbatasan ruang penyimpanan, dan kompetensi staf yang belum merata masih menjadi tantangan. Upaya perbaikan melalui digitalisasi, sistem klasifikasi arsip, dan pengembangan kompetensi staf terus dilakukan untuk mendukung efisiensi administrasi dan proses pembelajaran. Kata Kunci: layanan administrasi; manajemen arsip; sekolah menengah atas; staf kependidikan
Industrial work practice management to enhance students' industry-relevant competence Edi Purwanto; Tina Rahmawati; Tarso Tarso; Hidayah Uswatun Kasanah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.88652

Abstract

Industrial Work Practice (Praktik Kerja Industri or Prakerin) is a crucial component of vocational education aimed at strengthening the link between the world of education and the world of work. This study aims to describe the management of Prakerin implementation at SMK Muhammadiyah 1 Sleman in enhancing the alignment of students' competencies with the demands of the business and industrial sectors. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the implementation of Prakerin is carried out through systematic stages of planning, organizing, implementation, and evaluation. The school has established partnerships with various industries, particularly official workshops such as Toyota and Daihatsu, to ensure the achievement of students' technical competencies. Student competencies are deemed in line with industry needs, particularly in technical skills and professional attitudes. Supporting factors for the implementation of Prakerin include the readiness of facilities, the quality of vocational teachers, and the school's network of industry partners. However, challenges remain, such as mismatches in internship placements, limited supervision in small-scale industries, and administrative obstacles. Therefore, strengthening partnerships, enhancing supervision, and improving the evaluation system are necessary to optimize and sustain the Prakerin program in bridging vocational education and the workforce.    Abstrak Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan komponen penting dalam pendidikan vokasi yang bertujuan untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam meningkatkan kesesuaian kompetensi peserta didik dengan tuntutan Dunia Usaha dan Dunia Industri. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Prakerin dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis. Sekolah menjalin kerja sama dengan berbagai industri, terutama bengkel resmi seperti Toyota dan Daihatsu, untuk memastikan ketercapaian kompetensi teknis peserta didik. Kompetensi peserta didik dinilai sesuai dengan kebutuhan DUDI, khususnya dalam aspek teknis dan sikap profesional. Faktor pendukung pelaksanaan Prakerin meliputi kesiapan sarana, kualitas guru produktif, dan jaringan mitra industri. Namun, masih dijumpai kendala seperti ketidaksesuaian tempat praktik, keterbatasan pengawasan di industri kecil, serta hambatan administratif. Oleh karena itu, penguatan kemitraan, peningkatan pendampingan, dan perbaikan sistem evaluasi dibutuhkan agar program Prakerin dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan dalam menjembatani pendidikan vokasi dengan dunia kerja. Kata Kunci: dunia usaha dan industri; kompetensi peserta didik; manajemen prakerin
School–industry collaboration in vocational education: Partnership management at SMKN Windusari Hidayah Uswatun Kasanah; Maya Novita Sari; Tarso Tarso; Edi Purwanto
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.88563

Abstract

The partnership between vocational high schools (SMK) and the business and industrial sectors (DUDI) serves as a key strategy in strengthening vocational education to ensure its relevance to labor market demands. This study aims to provide an in-depth description of the partnership management between SMKN Windusari, Magelang Regency, and DUDI, viewed from the aspects of planning, organizing, implementation, and evaluation. A descriptive qualitative approach was used, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that planning was carried out systematically by integrating the partnership programs into official documents such as the School Work Plan (RKS) and the Medium-Term Work Plan (RKJM). Organizing was implemented through the formation of functional teams with clear structures and roles. Implementation involved the utilization of human resources, funding, and school facilities, supported by industry partners. Evaluation was conducted periodically through discussions, activity reports, and review of Memorandums of Understanding (MoU). Main obstacles included limited partners, differing orientations, and technical constraints, which were addressed through adaptive strategies such as network expansion and schedule adjustments. The study recommends enhancing data-based evaluation and strengthening human resource capacity to ensure the sustainability and effectiveness of vocational school–industry partnerships.   Abstrak Kemitraan antara SMK dan Dunia Usaha serta Dunia Industri (DUDI) sebagai strategi penting dalam penguatan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam manajemen kemitraan antara SMKN Windusari Kabupaten Magelang dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) ditinjau dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan secara sistematis melalui integrasi program kemitraan dalam dokumen RKS dan RKJM, sedangkan pengorganisasian dilaksanakan melalui pembentukan tim fungsional dengan struktur dan tugas yang jelas. Pelaksanaan melibatkan pemanfaatan sumber daya manusia, dana, dan sarana sekolah, serta dukungan dari mitra industri. Evaluasi dilaksanakan secara berkala melalui diskusi, laporan kegiatan, dan peninjauan MoU. Hambatan utama meliputi keterbatasan mitra, perbedaan orientasi, dan kendala teknis, namun diatasi melalui strategi adaptif seperti perluasan jaringan dan penyesuaian jadwal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas evaluasi berbasis data serta penguatan kapasitas SDM untuk menjamin keberlanjutan dan efektivitas kemitraan vokasi. Kata Kunci: evaluasi berkelanjutan; kemitraan SMK-DUDI; manajemen pendidikan vokasi