Suprayanti Martia Dewi
Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemangkasan Rejuvenasi dan Aplikasi ZPT Majemuk terhadap Pertumbuhan Tunas dan Pembungaan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) pada Fase Produksi Lanjut: Effect of Rejuvenation Pruning and Compound Plant Growth Regulator (PGR) Application on Shoot Growth and Flowering of Cayenne Pepper (Capsicum frutescens L.) during the Late Production Phase Afifah Farida Jufri; Nurrachman Nurrachman; Anjar Pranggawan Azhari; Amrul Jihadi; Suprayanti Martia Dewi
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.5

Abstract

Peningkatan konsumsi cabai rawit di Indonesia tidak diimbangi dengan ketersediaan produksi yang stabil, sehingga memicu fluktuasi harga. Kondisi ini menjadi tantangan dalam keberlanjutan produksi sehingga diperlukan inovasi teknologi untuk menjaga ketersediaan cabai rawit sepanjang tahun.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemangkasan rejuvenasi yang dikombinasikan dengan pemberian ZPT majemuk terhadap pertumbuhan tunas dan pembungaan cabai rawit (Capsicum frutescens L.) pada fase produksi lanjut. Penelitian dilaksanakan di Desa Rembige, Kota Mataram pada tanaman cabai rawit varietas Ori 212 umur 35 MST. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dua faktor, yaitu posisi pemangkasan rejuvenasi (10 cm di bawah dan diatas cabang Y) dan konsentrasi ZPT majemuk (0, 2, 4 ml/L). Setiap unit percobaan dilakukan 3 kali pengulangan dan setiap ulangan dilakukan pengamatan pada 5 tanaman contoh. Variabel yang diamati adalah waktu muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, periode berbunga dan jumlah bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan 10 cm di atas cabang Y menghasilkan jumlah tunas lebih banyak dibandingkan pemangkasan di bawah cabang Y, namun tidak berpengaruh nyata terhadap waktu muncul tunas dan jumlah tunas pada 10 hari setelah pemangkasan (HSP). Terjadi peningkatan panjang tunas secara signifikan pada 35 HSP pada konsentrasi 2ml/L dan 4 ml/L.  Selain itu, kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap periode berbunga dan jumlah bunga. Pemangkasan 10 cm di atas cabang Y serta pemberian ZPT 2–4 ml/L mempercepat pembungaan dan meningkatkan jumlah bunga, sehingga berpotensi memperpanjang fase produktif tanaman. Namun, keberhasilan perlakuan ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama tingginya curah hujan dan kelembaban yang meningkatkan risiko infeksi patogen.