M. Mikail Rabbani
Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Departemen Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Metode Pengolahan Pascapanen Dalam Memengaruhi Kadar Kafein Roasted Bean Kopi Robusta Argopuro : The Differences in Post-Harvest Processing Methods in Affecting Caffeine Content of Argopuro Roasted Coffee Beans Annisa Lutfi Alwi; Elok Dara Zulisma; Pascal Ryan Pramudianto; Alfian Juliansyah; M. Mikail Rabbani; Putra Prayogo; Luluk Elvi Diana; Anni Nuraisyah; Rizky Nirmala Kusumaningtyas; Descha Giatri Cahyaningrum
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui kadar kafein roasted bean kopi robusta Argopuro Jember berdasarkan perbedaan metode pengolahan pascapanen. Penelitian dilaksankan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian (PHP) Politeknik Negeri Jember dan Laboratorium Unit Pengujian Terpadu Universitas Negeri Jember pada bulan Juni-September 2022. Sampel berupa kopi gelondong robusta yang berasal dari daerah Argopuro Jember. Proses pengolahan pascapanen kopi dibagi menjadi empat (4) metode yaitu pengolahan natural (dry process), pengolahan semi basah (sem- wet process), basah (full wash process), dan pengolahan honey. Green beandari hasil dari setiap metode pengolahan disangrai pada level light, medium, dan dark. Uji kadar kafein roasted beandari masing-masing metode pengolahan pascapanen pada tiap level penyangraian dilakukan secara deskriptif (simplo, tanpa ulangan). Secara keseluruhan kadar kafein roasted bean yang dihasilkan pada penelitian ini masih memenuhi standar SNI 01-3542-2004 maksimal 2%. Adapun kadar kafein roasted bean kopi robusta Argopuro Jember pada level sangrai light berkisar antara 1,44-1,65%, 1,38-1,92% untuk sangrai medium, dan 1,61-1,81% untuk sangrai dark. Kadar kafein tertinggi roasted bean pada tiap level sangrai secara berturut-turut adalah 1,65% (dry process), 1,92% (full wash process), dan 1,81% (full wash process). Sedangkan roasted bean dengan kadar kafein terendah dengan nilai 1,38% dihasilkan pada metode pengolahan semi-wet process pada level sangrai medium. Fluktuasi nilai kafein yang dihasilkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa metode pengolahan pascapanen tidak berpengaruh pada kadar kafein roasted bean baik pada level sangrai light, medium, maupun dark.