Gontor Agrotech Science Journal
Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024

Perbedaan Metode Pengolahan Pascapanen Dalam Memengaruhi Kadar Kafein Roasted Bean Kopi Robusta Argopuro : The Differences in Post-Harvest Processing Methods in Affecting Caffeine Content of Argopuro Roasted Coffee Beans

Annisa Lutfi Alwi (Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Departemen Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember)
Elok Dara Zulisma (Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Departemen Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember)
Pascal Ryan Pramudianto (Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Departemen Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember)
Alfian Juliansyah (Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Departemen Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember)
M. Mikail Rabbani (Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Departemen Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember)
Putra Prayogo (Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Departemen Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember)
Luluk Elvi Diana (Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Departemen Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember)
Anni Nuraisyah (Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Departemen Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember)
Rizky Nirmala Kusumaningtyas (Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Departemen Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember)
Descha Giatri Cahyaningrum (Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Departemen Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember)



Article Info

Publish Date
22 Jul 2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui kadar kafein roasted bean kopi robusta Argopuro Jember berdasarkan perbedaan metode pengolahan pascapanen. Penelitian dilaksankan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian (PHP) Politeknik Negeri Jember dan Laboratorium Unit Pengujian Terpadu Universitas Negeri Jember pada bulan Juni-September 2022. Sampel berupa kopi gelondong robusta yang berasal dari daerah Argopuro Jember. Proses pengolahan pascapanen kopi dibagi menjadi empat (4) metode yaitu pengolahan natural (dry process), pengolahan semi basah (sem- wet process), basah (full wash process), dan pengolahan honey. Green beandari hasil dari setiap metode pengolahan disangrai pada level light, medium, dan dark. Uji kadar kafein roasted beandari masing-masing metode pengolahan pascapanen pada tiap level penyangraian dilakukan secara deskriptif (simplo, tanpa ulangan). Secara keseluruhan kadar kafein roasted bean yang dihasilkan pada penelitian ini masih memenuhi standar SNI 01-3542-2004 maksimal 2%. Adapun kadar kafein roasted bean kopi robusta Argopuro Jember pada level sangrai light berkisar antara 1,44-1,65%, 1,38-1,92% untuk sangrai medium, dan 1,61-1,81% untuk sangrai dark. Kadar kafein tertinggi roasted bean pada tiap level sangrai secara berturut-turut adalah 1,65% (dry process), 1,92% (full wash process), dan 1,81% (full wash process). Sedangkan roasted bean dengan kadar kafein terendah dengan nilai 1,38% dihasilkan pada metode pengolahan semi-wet process pada level sangrai medium. Fluktuasi nilai kafein yang dihasilkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa metode pengolahan pascapanen tidak berpengaruh pada kadar kafein roasted bean baik pada level sangrai light, medium, maupun dark.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

gasj

Publisher

Subject

Description

Gontor AGROTECH Science Journal is a peer review journal with covers many topics such as integrated farming, soil science, agronomy, plant cultivation, agrotechnology, plant protection, Islamic view in agriculture, and many related ...