This study explores virtual reality media's influence on improving children's walking ability with CP diplegia. Children with this condition often face challenges in daily mobility, which significantly impacts their quality of life. This study used a quantitative approach with a single-subject research method on one subject, selected from a population of 50 CP children using purposive random sampling. The research instruments included action tests and observations to measure gait ability and response to interventions. The results showed a significant improvement in walkability after the virtual reality intervention, compared to the pre- and post-intervention phases. Data analysis indicated that the technology effectively provided additional stimulus for developing motor skills and balance, significantly improving the Gross Motor Function Measure (GMFM) score. While the results are promising, the study highlights the need for further studies to measure the long-term impacts and address the challenges of accessibility, cost, and training in using these technologies. This research makes an essential contribution to the development of more effective and innovative rehabilitation interventions, offering great potential to improve the quality of life of children with CP diplegia. Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh penggunaan media virtual reality dalam meningkatkan kemampuan berjalan anak-anak dengan CP diplegia. Anak-anak dengan kondisi ini sering menghadapi tantangan dalam mobilitas sehari-hari, yang berdampak signifikan pada kualitas hidup mereka. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode single subject research pada satu subjek, dipilih dari populasi 50 anak CP menggunakan purposive random sampling. Instrumen penelitian meliputi tes perbuatan dan observasi untuk mengukur kemampuan berjalan dan respons terhadap intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berjalan setelah intervensi virtual reality, dibandingkan fase sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data mengindikasikan bahwa teknologi ini efektif dalam memberikan stimulus tambahan bagi perkembangan keterampilan motorik dan keseimbangan, dengan peningkatan signifikan pada skor Gross Motor Function Measure (GMFM). Meskipun hasilnya menjanjikan, penelitian ini menyoroti perlunya studi lanjutan untuk mengukur dampak jangka panjang dan mengatasi tantangan aksesibilitas, biaya, serta pelatihan dalam penggunaan teknologi ini. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan intervensi rehabilitasi yang lebih efektif dan inovatif, menawarkan potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak dengan CP diplegia. Kata Kunci: bina gerak; cerebral palsy; intervensi sensorimotorik; virtual reality