p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Akta Trimedika
Fajar Febryan Wiratama
Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL JANTUNG Fajar Febryan Wiratama; Alvina Alvina
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i2.22319

Abstract

Pendahuluan. Gagal jantung merupakan penyakit kronis yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Secara fisik, pasien sering mengalami kelelahan, nyeri dada, dan sulit tidur, sementara secara psikologis, muncul perasaan rendah diri dan keterbatasan aktivitas sehingga membutuhkan bantuan dari orang lain. Berbagai faktor memengaruhi kualitas hidup pasien gagal jantung, termasuk usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, kepatuhan terhadap pengobatan, klasifikasi New York Heart Association (NYHA), dukungan keluarga, dan tingkat depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kualitas hidup pada pasien gagal jantug. Metode. Penelitian menggunakan metode cross sectional. Pemilihan subjek menggunakan metode non random sampling, dengan besar sampel 107 pasien gagal jantung. Data dikumpulkan dengan wawancara dan kuesioner WHOQoL-BREF untuk kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil. Terdapat 107 responden dengan kelompok usia lansia sebanyak 50,5%, dan kelompok dewasa sebanyak 49,5%. Pasien gagal jantung laki-laki sebanyak 60,7%, dan perempuan sebanyak 39,3%. Kualitas hidup baik lebih banyak ditemukan pada kelompok dewasa dibandingkan kelompok lansia. Analisis menunjukkan terdapat hubungan antara usia dan kualitas hidup (p=0.001)  tetapi tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan kualitas hidup (p=0,272) Kesimpulan. Mayoritas pasien gagal jantung pada kelompok usia lansia dan berjenis kelamin laki-laki.Kualitas hidup baik lebih banyak pada kelompok dewasa.Terdapat  hubungan antara usia dan kualitas hidup,tetapi tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan kualitas hidup.­­­
TATALAKSANA AWAL CEDERA PERGELANGAN KAKI AKUT PADA ATLET SEPAK BOLA Anya Sadira Adeline; Fajar Febryan Wiratama; Nandito Pratama; Mustika Anggiane Putri
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i3.22471

Abstract

Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia, baik pemain profesional maupun amatir memiliki tingkat cedera yang tinggi. Dengan 74% cedera berasal dari kontak langsung dengan pemain. Sebagian besar cedera sepak bola/futsal (68%–88%) menyerang anggota tubuh bagian bawah, terutama paha dan pergelangan kaki.Penanganan cedera tidak sejalan dengan tingginya angka cedera yang dialami selama pertandingan sepak bola, khususnya saat latihan dan kompetisi. Pelatih hanya menginstruksikan atletnya untuk berhenti bermain, menekuk kaki secara dorsofleksi dan plantar fleksi, mengoleskan krim, mengompres es, dan bersantai saat cedera. Meskipun tidak sepenuhnya salah, tindakan ini tidak tepat dalam hal terapi, karena perawatan cedera pergelangan kaki yang tertunda dan tidak efektif dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih serius dan berkembang dari akut menjadi kronis. Teknik stopping ataupun dribbling bisa saja menyebabkan terjadinya cedera, misalkan pemain melakukan stopping dengan menginjak bola maka itu sangat beresiko terjadinya cedera ankle. Penelitian ini merupakan tinjauan naratif berdasarkan penelusuran database akademik, studi ini melibatkan pencarian literatur di database Google Scholar dan PubMed hingga 1 Agustus 2024. Kata kunci dan istilah seperti “Ankle sprain”, “Sepak bola” dan “Tatalaksana awal” digunakan. Kriteria inklusi : artikel dapat diakses secara lengkap dan menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris, kriteria eksklusi menetapkan bahwa artikel yang digunakan tidak boleh lebih dari 10 tahun terakhir, dan artikel seminar. Penatalaksanaan farmakologis biasanya melibatkan NSAID. Namun NSAID dapat memperlambat proses penyembuhan dan menimbulkan efek samping. Alternatif pemberian bisa menggunakan parasetamol, atau opioid untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Penatalaksanaan non farmakologis meliputi metode TOTAPS dan melibatkan prinsip PEACE & LOVE.