Pendahuluan. Gagal jantung merupakan penyakit kronis yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Secara fisik, pasien sering mengalami kelelahan, nyeri dada, dan sulit tidur, sementara secara psikologis, muncul perasaan rendah diri dan keterbatasan aktivitas sehingga membutuhkan bantuan dari orang lain. Berbagai faktor memengaruhi kualitas hidup pasien gagal jantung, termasuk usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, kepatuhan terhadap pengobatan, klasifikasi New York Heart Association (NYHA), dukungan keluarga, dan tingkat depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kualitas hidup pada pasien gagal jantug. Metode. Penelitian menggunakan metode cross sectional. Pemilihan subjek menggunakan metode non random sampling, dengan besar sampel 107 pasien gagal jantung. Data dikumpulkan dengan wawancara dan kuesioner WHOQoL-BREF untuk kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil. Terdapat 107 responden dengan kelompok usia lansia sebanyak 50,5%, dan kelompok dewasa sebanyak 49,5%. Pasien gagal jantung laki-laki sebanyak 60,7%, dan perempuan sebanyak 39,3%. Kualitas hidup baik lebih banyak ditemukan pada kelompok dewasa dibandingkan kelompok lansia. Analisis menunjukkan terdapat hubungan antara usia dan kualitas hidup (p=0.001) tetapi tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan kualitas hidup (p=0,272) Kesimpulan. Mayoritas pasien gagal jantung pada kelompok usia lansia dan berjenis kelamin laki-laki.Kualitas hidup baik lebih banyak pada kelompok dewasa.Terdapat hubungan antara usia dan kualitas hidup,tetapi tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan kualitas hidup.