p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Akta Trimedika
Mustika Anggiane Putri
Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TATALAKSANA AWAL CEDERA PERGELANGAN KAKI AKUT PADA ATLET SEPAK BOLA Anya Sadira Adeline; Fajar Febryan Wiratama; Nandito Pratama; Mustika Anggiane Putri
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i3.22471

Abstract

Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia, baik pemain profesional maupun amatir memiliki tingkat cedera yang tinggi. Dengan 74% cedera berasal dari kontak langsung dengan pemain. Sebagian besar cedera sepak bola/futsal (68%–88%) menyerang anggota tubuh bagian bawah, terutama paha dan pergelangan kaki.Penanganan cedera tidak sejalan dengan tingginya angka cedera yang dialami selama pertandingan sepak bola, khususnya saat latihan dan kompetisi. Pelatih hanya menginstruksikan atletnya untuk berhenti bermain, menekuk kaki secara dorsofleksi dan plantar fleksi, mengoleskan krim, mengompres es, dan bersantai saat cedera. Meskipun tidak sepenuhnya salah, tindakan ini tidak tepat dalam hal terapi, karena perawatan cedera pergelangan kaki yang tertunda dan tidak efektif dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih serius dan berkembang dari akut menjadi kronis. Teknik stopping ataupun dribbling bisa saja menyebabkan terjadinya cedera, misalkan pemain melakukan stopping dengan menginjak bola maka itu sangat beresiko terjadinya cedera ankle. Penelitian ini merupakan tinjauan naratif berdasarkan penelusuran database akademik, studi ini melibatkan pencarian literatur di database Google Scholar dan PubMed hingga 1 Agustus 2024. Kata kunci dan istilah seperti “Ankle sprain”, “Sepak bola” dan “Tatalaksana awal” digunakan. Kriteria inklusi : artikel dapat diakses secara lengkap dan menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris, kriteria eksklusi menetapkan bahwa artikel yang digunakan tidak boleh lebih dari 10 tahun terakhir, dan artikel seminar. Penatalaksanaan farmakologis biasanya melibatkan NSAID. Namun NSAID dapat memperlambat proses penyembuhan dan menimbulkan efek samping. Alternatif pemberian bisa menggunakan parasetamol, atau opioid untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Penatalaksanaan non farmakologis meliputi metode TOTAPS dan melibatkan prinsip PEACE & LOVE.
PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP GEJALA DEPRESI DAN KECEMASAN PADA ANAK DAN REMAJA: KAJIAN PUSTAKA Muhamad Syahreza Trihatmanto; Raevan Arya Nugraha; Mustika Anggiane Putri
Jurnal Akta Trimedika Vol. 3 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v3i3.26737

Abstract

Latar belakang: gejala klinis depresi dan ansietas pada anak dan remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang berpotensi mengganggu pertumbuhan, perkembangan psikososial, serta kualitas hidup hingga usia dewasa. Seiring meningkatnya gaya hidup sedentari, latihan fisik dipandang sebagai pendekatan non farmakologis yang berprospek meningkatkan dan menjaga kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara latihan fisik teratur dengan gejala depresi dan ansietas pada anak dan remaja. Metode yang digunakan: literature review dengan menelaah artikel ilmiah yang relevan dari jurnal internasional yang membahas latihan fisik dan kesehatan mental pada populasi anak dan remaja. Artikel yang dianalisis meliputi studi observasional dan uji intervensi yang menilai dampak latihan fisik terhadap gejala depresi dan ansietas menggunakan instrumen terstandar. Hasil telaah: latihan fisik teratur, khususnya dengan intensitas ringan hingga sedang, berkaitan dengan penurunan gejala depresi yang relatif konsisten pada anak dan remaja, baik pada populasi umum maupun kelompok dengan gejala depresi ringan hingga sedang. Sebaliknya, pengaruh latihan fisik terhadap gejala ansietas menunjukkan hasil yang lebih bervariasi dan dipengaruhi oleh karakteristik individu, jenis latihan, serta konteks psikososial. Kesimpulan: literature review ini menunjukkan bahwa latihan fisik berperan sebagai intervensi pendukung yang aman dan potensial dalam upaya pencegahan dan penanganan depresi pada anak dan remaja, serta memiliki potensi manfaat tambahan terhadap regulasi ansietas meskipun dengan hasil yang lebih bervariasi, dengan manfaat terhadap kesehatan fisik dan kualitas hidup secara keseluruhan.