Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Miskonsepsi Pada Operasi Hitung Bilangan Bulat Berdasarkan Certainty of Response Index Dan Self-Confidence Wahidiyah, Ikhwani; Bistari; Rustam
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Pembelajaran Prospektif
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v11i2.111600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis miskonsepsi dan proses terjadinya kesalahpahaman siswa pada operasi hitung bilangan bulat berdasarkan Certainty of Response Index (CRI), serta mendeskripsikan self-confidence siswa yang mengalami miskonsepsi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di MTs Negeri 2 Pontianak. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive dari 136 siswa berdasarkan hasil tes diagnostik dan nilai CRI. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik berbasis CRI, angket self-confidence, dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86 dari 136 siswa (63,2%) mengalami miskonsepsi, dengan kelas 8.7 mencatat persentase tertinggi (82,9%). Tiga jenis miskonsepsi teridentifikasi, yaitu miskonsepsi aturan tanda (20 siswa), miskonsepsi urutan operasi (16 siswa), dan miskonsepsi prosedural (14 siswa), dengan miskonsepsi aturan tanda sebagai jenis paling dominan. Hasil analisis self-confidence menunjukkan tidak ada pola tunggal antara miskonsepsi dan tingkat self-confidence: siswa dengan self-confidence tinggi cenderung mempertahankan konsep keliru karena meyakini jawabannya benar, sedangkan siswa dengan self-confidence sedang cenderung ragu namun tetap mengalami miskonsepsi akibat penalaran yang kurang tepat. Simpulannya, self-confidence tidak menentukan kebenaran konsep siswa, tetapi memengaruhi cara siswa meyakini, mempertahankan, dan merespons miskonsepsi yang dialaminya, sehingga pendekatan diagnostik seperti CRI penting digunakan guru untuk mengungkap miskonsepsi yang tersembunyi di balik self-confidence siswa.