Pengembangan aplikasi E-Bhinneka Explorer berbasis teori Bruner dilakukan dalam penelitian ini sebagai inovasi media pembelajaran Pendidikan Pancasila. Media tersebut secara khusus dirancang untuk memfasilitasi proses pembelajaran pada materi keberagaman budaya kelas IV di SDN 2 Sentul Kota Blitar, serta menguji tingkat kevalidan dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengadopsi model ADDIE yang dikemukakan oleh Branch (2009) sebagai kerangka kerja sistematis melalui lima tahapan utama yang saling berkesinambungan, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, hingga Evaluate. Penelitian ini menerapkan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan uji N-Gain untuk memproses seluruh data empiris yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, kuesioner, serta tes kemampuan (pre-test dan posttest). Adapun subjek yang terlibat mencakup guru kelas, 26 siswa kelas IV, beserta para ahli. Dari proses tersebut, diperoleh hasil bahwa kelayakan E-Bhinneka Explorer berada pada kategori sangat tinggi, dengan angka validasi mencapai 92,5% dari ahli media, 98% dari ahli materi, dan 94% dari ahli bahasa. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan pada capaian belajar siswa, di mana rata-rata nilai meningkat dari 63,8 saat pre-test menjadi 92,6 ketika post-test. Keberhasilan peningkatan ini juga diperkuat oleh perolehan nilai N-Gain sebesar 0,81, yang masuk dalam klasifikasi tinggi. Melalui hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa aplikasi E-Bhinneka Explorer memenuhi kriteria valid, layak, serta efektif untuk diaplikasikan sebagai media pembelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya pada topik keberagaman budaya di kelas IV sekolah dasar.