Besti Ratna Hulu
Universitas Nias

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN BERBASIS SOAL KONTEKSTUAL KELAS V DI SD NEGERI 071202 HELEZALULU Besti Ratna Hulu; Indah Wijaya Lase; Delipiter Lase; Agnes Renostini Harefa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.6055

Abstract

Instrumen penilaian pengetahuan berbasis soal kontekstual dirancang untuk menilai pemahaman konsep peserta didik melalui masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan kemampuan peserta didik mengaitkan konsep dengan konteks nyata. Namun, observasi awal dan wawancara dengan guru kelas V SD Negeri 071202 Helezalulu menunjukkan bahwa instrumen penilaian masih didominasi soal prosedural, sedangkan soal kontekstual lebih sering digunakan sebagai latihan daripada alat penilaian. Guru juga mengalami kendala dalam menyusun soal kontekstual karena keterbatasan waktu dan penyesuaian dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan dan karakteristik instrumen penilaian pengetahuan berbasis soal kontekstual pada materi pecahan kelas V. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian dilakukan melalui tes tertulis, tugas individu, dan soal cerita yang berkaitan dengan pengalaman sehari-hari peserta didik. Instrumen yang digunakan telah memuat konteks nyata, berbentuk soal cerita, sesuai dengan capaian pembelajaran, serta mendorong kemampuan berpikir dan pemecahan masalah. Kendala utama yang ditemukan adalah kesulitan peserta didik memahami soal cerita dan operasi pecahan campuran. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan instrumen penilaian yang lebih kontekstual dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.