Pendahuluan: Pasangan yang mengalami infertilitas adalah mereka yang belum berhasil hamil setelah setahun berhubungan seksual secara teratur. Kondisi ini tidak hanya terkait dengan masalah kesehatan reproduksi, tetapi juga membawa dampak psikologis yang signifikan. Dalam pandangan masyarakat, memiliki anak sering dianggap sebagai salah satu tujuan utama dalam membangun keluarga yang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan sikap pasangan usia subur terhadap infertilitas di wilayah RT 6/RW 4, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian survei bersifat analitik dengan rancangan cross-sectional yang dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2024. Sampel penelitian ini adalah pasangan usia subur di wilayah RT 6/RW 4, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling dengan menggunakan data primer dari sebaran kuesioner fisik. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik dengan menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) versi 29.0., uji Chi-Square dan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil: Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 100 responden, 80 responden (80%) memiliki pengetahuan kurang terhadap infertilitas, sedangkan responden yang memiliki sikap buruk terhadap infertilitas sebanyak 66 responden (66%). Pengetahuan (p<0,001) dan sikap (p=0,001) pasangan usia subur mengenai infertilitas antara laki-laki dan perempuan di wilayah penelitian memiliki perbedaan yang signifikan. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang dan sikap buruk terhadap infertilitas pada pasangan usia subur, serta terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap terhadap infertilitas pada laki-laki dan perempuan di wilayah penelitian (p<0,05).