p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Junior Medical Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Lamanya Penggunaan Gawai Saat Pembelajaran Daring dengan Timbulnya Gejala Asthenopia pada Mahasiswa Fk Yarsi Selama Belajar Melalui Daring Dimasa Pandemik Covid-19 Muhamad Faisal Reza; Saskia Nassa Mokoginta; Irwandi M. Zen
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4230

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Peningkatan penggunaan Gawai pembelajaran online pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di masa pandemi secara terus menerus dapat berdampak gangguan kesehatan pada mata. Memaksakan kemampuan mata untuk memfokuskan pada suatu objek akan meningkatnya ketegangan otot mata sehingga mengakibatkan terjadinya Asthenopia dengan keluhan mata lelah dan terasa kering, mata merah serta penglihatan kabur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lamanya penggunaan gawai dengan terjadinya asthenopia di masa pembelajaran daring saat pandemi COVID-19. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan jenis penelitian observasional analitik. Pengambilan sampel dengan cara Purposive sampling pada mahasiswa kedokteran Yarsi berjumlah 138 responden. Kuesioner digunakan untuk mengetahui umur, jenis kelamin, durasi gawai dan astonephia. Hasil Penelitian: Durasi gawai sebagian besar responden pada kategori tinggi (> 6 jam) sebanyak 88 responden (63,8%). Mengalami astenophia sebanyak 101 orang (73,2%). Hasil analisis hubungan durasi gawai dengan asthenophia durasi gawai >6 jam ada sebanyak 68 (77,3%) mengalami asthenopia. Sedangkan diantara durasi gawai ≤ 2-6 jam mengalami astenophia sebanyak 33 (66%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai p-value 0,216 dan nilai OR = 1,752. Kesimpulan: tidak ada hubungan yang signifikan durasi gawai dengan astenophia (P value hasil > dari P value 0,05) dengan nilai OR = 1,752 artinya responden dengan durasi gawai >6 jam memiliki peluang 1,752 kali lebih tinggi untuk terjadi asthenopia dibanding dengan responden dengan durasi gawai ≤ 2-6 jam. Lama penggunaan gawai seharusnya tidak melebihi batas prosedur waktu dan lebih baik memeriksakan kesehatan mata minimal satu kali dalam setahun. ABSTRACT Background: The continuous increase in the use of online learning devices among Medical Faculty students during the pandemic can have an impact on eye health. Impairing the eye's ability to focus on an object will increase eye muscle tension, resulting in Asthenopia with complaints of tired and dry eyes, red eyes and blurred vision. The aim of this research is to determine the duration of device use and the occurrence of asthenopia during online learning during the COVID-19 pandemic. Method: The research design used is cross sectional with analytical observational research type.Samples were taken using purposive sampling from Yarsi medical students totaling 138 respondents.A questionnaire was used to determine age, gender, duration of use of the device and astonephia. Research result: The duration of most respondents' gadgets was in the high category (> 6 hours) as many as 88 respondents (63.8%). 101 people (73.2%) experienced asthenopia. The results of the analysis of the relationship between device duration and asthenophia, when the device duration was >6 hours, there were 68 (77.3%) experiencing asthenopia. Meanwhile, 33 (66%) experienced asthenophia among those with gadget duration ≤ 2-6 hours. The results of the chi-square test obtained a p-value of 0.216 and an OR value = 1.752. Conclusion:There is no significant relationship between device duration and asthenopia (P value > P value 0.05) with an OR value = 1.752, meaning that respondents with device duration > 6 hours have a 1.752 times higher chance of developing asthenopia compared to respondents with device duration ≤ 2-6 hours. The duration of using a device should not exceed the procedural time limit and it is better to have your eyes checked at least once a year.
Gambaran Perilaku Pencegahan Astenopia Akibat Penggunaan Laptop dan Smartphone Pada Mahasiswa Angkatan 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Muhammad Fazriel Ramdhan Hidayat; Saskia Nassa Mokoginta; Irwandi M. Zen
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i3.4386

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan laptop dan smartphone telah umum di kalangan mahasiswa, bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai penunjang pembelajaran. Kelebihan keduanya adalah kemudahan penggunaan dan portabilitas, memungkinkan digunakan di mana saja. Namun, penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kelelahan mata karena terlalu lama terpapar pada layar perangkat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran perilaku pencegahan astenopia akibat penggunaan laptop dan smartphone pada Mahasiswa Angkatan 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 137 orang mahasiswa yang sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data melalui kuesioner yang telah diuji validitas data. Analisis data dengan univariat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tindakan yang sedang dalam pencegahan kelelahan mata akibat penggunaan smartphone (68,6%) dan memiliki tindakan baik mengenai pencegahan kelelahan mata akibat penggunaan laptop 69,3%). Kesimpulan: Tindakan mengenai pencegahan kelelahan mata akibat penggunaan laptop dominan baik, sedangkan tindakan mengenai pencegahan kelelahan mata akibat penggunaan smartphone dominan kategori sedang. Background: Laptops and smartphones are widely used by students for communication and as learning tools due to their convenience and portability. However, excessive use can lead to eyestrain, causing discomfort and fatigue due to prolonged screen exposure. The aim of To determine the description of asthenopia prevention behavior due to the use of laptops and smartphones in 2020 Yarsi University Faculty of Medicine Students. Method: The research method used was descriptive with a cross sectional research design. Random sampling technique with a total sample of 137 students who fit the inclusion criteria. Data collection through questionnaires that have been tested for data validity. Data analysis with univariate. Research result: The results showed that most students had moderate action in preventing eye fatigue due to smartphone use (68.6%) and had good action regarding the prevention of eye fatigue due to laptop use 69.3%).. Conclusion: Actions regarding the prevention of eyestrain due to the use of laptops are predominantly good, while actions regarding the prevention of eyestrain due to the use of smartphones are dominant of moderate category.