Ginjal merupakan organ vital yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, asam-basa, serta pembuangan sisa metabolisme. Penurunan fungsi ginjal dapat dinilai melalui Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR), yang merupakan indikator penting dalam evaluasi fungsi ginjal. Nilai eGFR dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya usia dan jenis kelamin. Oleh karena itu, pemahaman mengenai hubungan usia dan jenis kelamin dengan eGFR penting untuk mendeteksi penurunan fungsi ginjal secara dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder dari rekam medis pasien Rumah Sakit YARSI tahun 2024 yang menjalani pemeriksaan kreatinin serum. Sampel dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Uji Spearman Rank digunakan untuk menilai hubungan usia dengan nilai eGFR, sedangkan uji Mann–Whitney U digunakan untuk mengetahui perbedaan nilai eGFR berdasarkan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara usia dengan nilai eGFR CKD-EPI (r = -0,761; p < 0,001), di mana peningkatan usia berhubungan dengan penurunan nilai eGFR. Selain itu, terdapat perbedaan nilai eGFR CKD-EPI yang bermakna berdasarkan jenis kelamin (p = 0,003), dengan nilai eGFR pada pasien laki-laki cenderung lebih tinggi dibandingkan pasien perempuan. Usia dan jenis kelamin memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai eGFR CKD-EPI pada pasien di Rumah Sakit YARSI tahun 2024. Oleh karena itu, faktor usia dan jenis kelamin perlu diperhatikan dalam evaluasi fungsi ginjal serta dalam upaya deteksi dini penurunan fungsi ginjal.