Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Between Sodium (Na⁺), Potassium (K⁺), and Chloride (Cl⁻) Electrolyte Disorders and Clinical Conditions in Elderly Patients in the Emergency Room of Yarsi Hospital for the Period January to December 2023 Mirshanti Muthia Khaliza; Syukrini Bahri; Afrizal Tw; Endah Purnamasari
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 4 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i4.53040

Abstract

Elderly patients are prone to electrolyte balance disorders due to aging, decreased organ function, hormonal changes, and high comorbidities. Imbalances of sodium, potassium, and chloride can affect neurological, muscle, and cardiovascular function, thus contributing to clinical instability in the emergency room. This study is an observational study of cross-cutting design analysis based on secondary data of medical records. The subject is an elderly patient (≥60 years old) who underwent an electrolyte examination at the Yarsi Hospital Emergency Room for the January-December 2023 period. Of the 1,730 visits, 315 patients met the inclusion criteria. The variables analyzed included sodium, potassium, chloride levels, as well as characteristics of age, sex, and clinical condition upon admission. Univariate and bivariate analysis was performed using the Chi-Square test. The majority of subjects were early elderly women. Hyponatremia is the most frequent disorder, followed by hypokalemia and hypochloremia. A total of 53% of patients experienced one electrolyte disorder, 36.2% two disorders, and 10.8% three disorders at once. The most common clinical conditions are low intake, chronic kidney disease, diabetes mellitus, infection, CVDNH, and vomiting. The Chi-Square test showed a significant association between clinical conditions and sodium (p=0.029), potassium (p=0.038), and chloride (p=0.027) impairments. Electrolyte disorders in the elderly in the emergency room are significantly related to the patient's clinical condition. Hyponatremia is most dominant and is associated with  poor intake, chronic kidney disease, infections, and diabetes.
Hubungan antara Usia dan Jenis Kelamin dengan Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) Formula Chronic Kidney Disease Epidemiology Collaboration (CKD-EPI) pada Pasien di Rumah Sakit YARSI Tahun 2024 Salsabila Normalitha; Endah Purnamasari; Syukrini Bahri
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.6046

Abstract

Ginjal merupakan organ vital yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, asam-basa, serta pembuangan sisa metabolisme. Penurunan fungsi ginjal dapat dinilai melalui Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR), yang merupakan indikator penting dalam evaluasi fungsi ginjal. Nilai eGFR dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya usia dan jenis kelamin. Oleh karena itu, pemahaman mengenai hubungan usia dan jenis kelamin dengan eGFR penting untuk mendeteksi penurunan fungsi ginjal secara dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder dari rekam medis pasien Rumah Sakit YARSI tahun 2024 yang menjalani pemeriksaan kreatinin serum. Sampel dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Uji Spearman Rank digunakan untuk menilai hubungan usia dengan nilai eGFR, sedangkan uji Mann–Whitney U digunakan untuk mengetahui perbedaan nilai eGFR berdasarkan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara usia dengan nilai eGFR CKD-EPI (r = -0,761; p < 0,001), di mana peningkatan usia berhubungan dengan penurunan nilai eGFR. Selain itu, terdapat perbedaan nilai eGFR CKD-EPI yang bermakna berdasarkan jenis kelamin (p = 0,003), dengan nilai eGFR pada pasien laki-laki cenderung lebih tinggi dibandingkan pasien perempuan. Usia dan jenis kelamin memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai eGFR CKD-EPI pada pasien di Rumah Sakit YARSI tahun 2024. Oleh karena itu, faktor usia dan jenis kelamin perlu diperhatikan dalam evaluasi fungsi ginjal serta dalam upaya deteksi dini penurunan fungsi ginjal.