Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK TERHADAP KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP DI RSIA PERMATA BUNDA SOLOK TAHUN 2025 Zahra OKtaviani Ramadhani; Dewi Oktavia; Hasna Mirda Amazan
Iris Journal of Health Information Management Vol 6 No 1 (2026): Iris Journal of Health Information Management (IJHIMa)
Publisher : AKADEMI PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN (APIKES) IRIS PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61723/ijhima.v6i1.151

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan sistem teknologi informasi dalam bidang kesehatan yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan rumah sakit. Implementasi RME dapat membantu tenaga kesehatan dalam mengakses informasi pasien secara cepat, tepat, dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi Rekam Medis Elektronik terhadap kualitas pelayanan rawat inap di RSIA Permata Bunda Solok Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dan petugas kesehatan yang menggunakan Rekam Medis Elektronik pada pelayanan rawat inap. Sampel penelitian berjumlah 44 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan uji regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Rekam Medis Elektronik berada pada kategori sangat baik. Indikator implementasi RME memperoleh nilai tertinggi pada kecepatan akses data sebesar 86%, keamanan dan kerahasiaan data sebesar 84%, kemudahan penggunaan dan integrasi sistem sebesar 82%, serta kelengkapan dan keakuratan data sebesar 79%. Kualitas pelayanan rawat inap berada pada kategori baik dengan indikator tangibles dan reliability sebesar 80%, responsiveness dan empathy sebesar 79%, serta assurance sebesar 77%. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa implementasi Rekam Medis Elektronik berpengaruh terhadap kualitas pelayanan rawat inap.
ANALISIS KESIAPAN PENERAPAN SISTEM REKAM MEDIS ELEKTRONIK SATUSEHAT DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA PADANG TAHUN 2026 Yona Amanda Juwita; Hasna Mirda Amazan; Nurhasanah Nasution; Novita Vitria
Iris Journal of Health Information Management Vol 6 No 1 (2026): Iris Journal of Health Information Management (IJHIMa)
Publisher : AKADEMI PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN (APIKES) IRIS PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61723/ijhima.v6i1.152

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) terintegrasi SATUSEHAT merupakan bagian dari transformasi digital kesehatan nasional yang bertujuan meningkatkan interoperabilitas data kesehatan antar fasilitas pelayanan kesehatan. RSU Bunda Padang telah menggunakan RME sejak tahun 2021 dan sedang mempersiapkan integrasi dengan platform SATUSEHAT. Namun, kesiapan implementasi sistem tersebut perlu dianalisis untuk mengetahui faktor pendukung dan hambatan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan penerapan RME terintegrasi SATUSEHAT berdasarkan aspek 4M yaitu man, material, machines, dan methods. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian terdiri dari tiga orang yaitu dua petugas rekam medis dan satu kepala IT yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek man belum optimal karena belum adanya pelatihan khusus terkait integrasi SATUSEHAT. Aspek material menunjukkan sarana dan prasarana sudah cukup memadai. Aspek machines telah didukung server, komputer, dan jaringan internet yang cukup baik. Aspek methods belum optimal karena SOP integrasi SATUSEHAT masih dalam tahap penyusunan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa RSU Bunda Padang memiliki kesiapan yang cukup baik dalam penerapan RME terintegrasi SATUSEHAT, namun masih membutuhkan peningkatan kompetensi SDM dan penyelesaian SOP integrasi agar implementasi berjalan optimal.