Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) terintegrasi SATUSEHAT merupakan bagian dari transformasi digital kesehatan nasional yang bertujuan meningkatkan interoperabilitas data kesehatan antar fasilitas pelayanan kesehatan. RSU Bunda Padang telah menggunakan RME sejak tahun 2021 dan sedang mempersiapkan integrasi dengan platform SATUSEHAT. Namun, kesiapan implementasi sistem tersebut perlu dianalisis untuk mengetahui faktor pendukung dan hambatan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan penerapan RME terintegrasi SATUSEHAT berdasarkan aspek 4M yaitu man, material, machines, dan methods. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian terdiri dari tiga orang yaitu dua petugas rekam medis dan satu kepala IT yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek man belum optimal karena belum adanya pelatihan khusus terkait integrasi SATUSEHAT. Aspek material menunjukkan sarana dan prasarana sudah cukup memadai. Aspek machines telah didukung server, komputer, dan jaringan internet yang cukup baik. Aspek methods belum optimal karena SOP integrasi SATUSEHAT masih dalam tahap penyusunan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa RSU Bunda Padang memiliki kesiapan yang cukup baik dalam penerapan RME terintegrasi SATUSEHAT, namun masih membutuhkan peningkatan kompetensi SDM dan penyelesaian SOP integrasi agar implementasi berjalan optimal.