Pendahuluan: Demam merupakan respons fisiologis akibat peningkatan set point suhu tubuh yang dipicu oleh mediator inflamasi, sehingga diperlukan agen antipiretik yang efektif dan aman. Daun saliara (Lantana camara L.) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid yang berpotensi memiliki aktivitas antipiretik. Tujuan: Mengetahui aktivitas antipiretik ekstrak etanol daun saliara pada mencit putih jantan yang diinduksi ragi serta menentukan dosis yang memberikan efek terbaik. Metode: Penelitian menggunakan rancangan eksperimental dengan lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (parasetamol), serta ekstrak etanol daun saliara dosis 10, 20, dan 40 mg/20 g BB. Demam diinduksi menggunakan suspensi Saccharomyces cerevisiae secara subkutan, kemudian suhu rektal diukur sebelum induksi, setelah induksi, dan pada menit ke-30, 60, 90, serta 120 setelah pemberian perlakuan. Data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Ekstrak etanol daun saliara mampu menurunkan suhu tubuh mencit yang mengalami demam. Secara deskriptif, dosis 10 mg/20 g BB memberikan persentase daya antipiretik tertinggi sebesar 69,23% pada menit ke-120, mendekati kontrol positif sebesar 73,33%. Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p0,05), sedangkan uji LSD menunjukkan bahwa dosis 20 mg/20 g BB tidak berbeda nyata dengan kontrol positif pada beberapa waktu pengamatan. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun saliara memiliki aktivitas antipiretik pada mencit putih jantan yang diinduksi ragi, dengan dosis 10 mg/20 g berat badan memberikan efektivitas biologis terbaik, sedangkan dosis 20 mg/20 g berat badan menunjukkan efektivitas yang paling sebanding dengan parasetamol berdasarkan analisis statistik.Kata Kunci: Antipiretik, Demam, Lantana camara, Ragi