Fitroh Hayati
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Minat Belajar Matematika pada Anak Usia Dini Ketika Menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia Vania Hasna Lutfiyah; Masnipal; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 25-32
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i1.18097

Abstract

Abstract. Beginning math is a basic learning concept of mathematics that is introduced to early childhood. There are still many early childhood educators who do not understand the methods of teaching early math. One of the learning methods that can introduce early math to children is the Indonesian Light Funcalistung Method. The purpose of this study is to analyze the interest in learning mathematics in early childhood when using the Cahaya Indonesia Funcalistung Method. This research is a descriptive qualitative research. This research involved teachers as informants. Data were collected through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques consist of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. Based on the results of the study, it was found that; (1) children showed high interest in recognizing the concept of numbers and numbers when using the Cahaya Indonesia Funcalistung Method, this can be seen from the children's enthusiasm for learning and feeling comfortable during the teaching and learning process; (2) children show a well-developed understanding of basic number concepts when using the Cahaya Indonesia Funcalistung Method, this can be seen from their high enthusiasm in sorting numbers correctly; and (3) children show a high interest in learning the concept of adding when using the Cahaya Indonesia Funcalistung Method, this can be seen from the children's high activeness and enthusiasm to ask questions and carry out instructions with enthusiasm. This research implements one of the teacher's strategies in developing learning for early childhood. Abstrak. Matematika permulaan merupakan konsep pembelajaran dasar matematika yang diperkenalkan pada anak usia dini. Masih banyak pendidik anak usia dini yang belum memahami metode mengajar matematika permulaan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat mengenalkan matematika permulaan pada anak adalah Metode Funcalistung Cahaya Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis minat belajar matematika pada anak usia dini ketika menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan guru sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa; (1) anak menunjukkan minat yang tinggi dalam mengenal konsep angka dan bilangan ketika menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia, hal ini dapat dilihat dari antusiasme anak untuk belajar dan merasa nyaman selama proses belajar mengajar; (2) anak menunjukkan pemahaman konsep dasar angka yang sudah berkembang dengan baik ketika menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia, hal ini dapat dilihat dari semangat tinggi mereka dalam mengurutkan angka dengan benar; dan (3) anak menunjukkan minat yang tinggi dalam belajar konsep menjumlah ketika menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia, hal ini dapat dilihat dari keaktifan dan antusiasme anak yang tinggi untuk bertanya dan melaksanakan instruksi dengan semangat. Penelitian ini berimplementasi menjadi salah satu strategi guru dalam mengembangkan pembelajaran bagi anak usia dini.
Analisis Pengelolaan Kelas untuk Menstimulasi Kepercayaan Diri Anak Usia 5-6 Tahun Regina Aulia Oktaviani; Nan Rahmawati; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 97-104
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.20939

Abstract

Abstract. Self-confidence is important for early childhood because it supports the development of potential and future success. Based on the Child Development Achievement Level Standards (STPPA) in Permendikbud No. 137 of 2014, children aged 4–5 years are expected to be able to demonstrate self-confidence. However, at TK Aisyiyah 10 Bandung, children aged 5–6 years are still found to have low self-confidence. Therefore, teachers need to provide stimulation in teaching and learning activities in the classroom, because the classroom is a place where children learn to express themselves, interact, and build courage. Good classroom management is very important so that teachers can create a safe, comfortable learning environment and support children's self-confidence. This study aims to analyze classroom management in academic, administrative, and organizational activities to stimulate the self-confidence of children aged 5–6 years. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that: 1) Academic activities include fun, participatory learning, and providing space for expression; 2) Administrative activities include careful planning, positive habits, and children's involvement in responsibilities; 3) Organizational activities are seen from a positive classroom climate, supportive spatial arrangement, and involvement in joint activities. All three are interrelated in fostering children's self-confidence, so teachers need to pay attention to all aspects of classroom management for more optimal stimulation. Abstrak. Kepercayaan diri penting bagi anak usia dini karena mendukung pengembangan potensi dan kesuksesan di masa depan. Berdasarkan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) dalam Permendikbud No. 137 Tahun 2014, anak usia 4–5 tahun diharapkan mampu menunjukkan rasa percaya diri. Namun, di TK Aisyiyah 10 Bandung, anak usia 5–6 tahun masih ditemukan memiliki rasa percaya diri yang rendah. Oleh karena itu, guru perlu memberikan stimulasi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, karena kelas merupakan tempat anak belajar mengekspresikan diri, berinteraksi, dan membangun keberanian. Pengelolaan kelas yang baik sangat penting agar guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung rasa percaya diri anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan kelas dalam aktivitas akademik, administratif, dan organisasional untuk menstimulasi rasa percaya diri anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Aktivitas akademik meliputi pembelajaran yang menyenangkan, partisipatif, dan menyediakan ruang untuk berekspresi; 2) Aktivitas administratif meliputi perencanaan yang matang, kebiasaan positif, dan keterlibatan anak dalam tanggung jawab; 3) Aktivitas organisasional dilihat dari iklim kelas yang positif, penataan ruang yang suportif, dan keterlibatan dalam kegiatan bersama. Ketiganya saling berkaitan dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak, sehingga guru perlu memperhatikan seluruh aspek pengelolaan kelas agar stimulasi lebih optimal.