Abstract. This study aims to analyze the role of parents in handling children aged 5-6 years who experience delays in speech development. Specifically, this study explores the factors that cause speech delays, the handling carried out by parents, support for therapy activities, and obstacles faced in the process of assisting children. The approach used is qualitative with a case study method, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that speech delays in children are caused by lack of environmental stimulation, excessive use of gadgets, minimal verbal interaction, and psychological burdens in the family. Parents play a central role through emotional support, providing verbal stimulation at home, and cooperation with therapists. Despite facing challenges such as limited time, energy, and costs, parents continue to show commitment in carrying out therapy on an ongoing basis. This study implies that the success of therapy does not only depend on professional staff, but is also determined by active involvement, emotional readiness, and full support from parents and family in the child's daily life. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam menangani anak usia 5–6 tahun yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan bicara. Secara khusus, penelitian ini mengeksplorasi faktor penyebab keterlambatan bicara, penanganan yang dilakukan orang tua, dukungan terhadap kegiatan terapi, serta hambatan yang dihadapi dalam proses pendampingan anak. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan bicara pada anak disebabkan olehkurangnya stimulasi lingkungan, penggunaan gadget yang berlebihan, minimnya interaksi verbal, dan beban psikologis dalam keluarga. Orang tua memainkan peran sentral melalui dukungan emosional, pemberian stimulasi verbal di rumah, serta kerja sama dengan terapis. Kendala menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya, orang tua tetap menunjukkan komitmen dalam menjalankan terapi secara berkelanjutan. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada tenaga profesional, melainkan juga sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif, kesiapan emosional, dan dukungan penuh dari orang tua dan keluarga dalam kehidupan sehari-hari anak.