Huriah Rachmah
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Media Sosial Tiktok terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Siti Mariam; Huriah Rachmah; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 17-24
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i1.18305

Abstract

Abstract. This study aims to identify the impact of tiktok social media on cognitive abilities of children aged 5-6 years. Given the increasing use of social media among children, especially tiktok. This research is very relevant to understand how these applications affect children's cognitive development. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation from three informants who are parents of children who use TikTok. The research location took place in three different places in the cities of Bandung and Cimahi. The results showed that the use of TikTok can have positive and negative impacts on children's cognitive abilities, depending on the content accessed and the time spent using the application. This study provides recommendations for parents to be more careful in giving children access to social media, as well as the importance of supervision and guidance in its use to support children's cognitive abilities optimally. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak media sosial tiktok terhadap kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun. Mengingat meningkatnya penggunaan media sosial dikalangan anak-anak, terutama tiktok. Penelitian ini sangat relevan untuk memahami bagaimana aplikasi tersebut mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari tiga informan yang meruapakan orangtua anak-anak yang menggunakan tiktok. Lokasi penelitian berlangsung di tiga tempat berbeda di kota Bandung dan Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tiktok dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap kemampuan kognitif anak, tergantung pada konten yang diakses dan waktu yang dihabiskan dalam menggunakan aplikasi tersebut. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi orangtua untuk lebih berhati-hati dalam memberikan akses kepada anak terhadap media sosial, serta pentingnya pengawasan dan bimbingan dalam penggunaannya umtuk mendukung kemampuan kognitif anak secara optimal.
Pendampingan Orang Tua dalam Menangani Anak Usia 5-6 Tahun yang Mengalami Keterlambatan Bicara Choirunnisa Agustin; Huriah Rachmah; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 51-58
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.18691

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the role of parents in handling children aged 5-6 years who experience delays in speech development. Specifically, this study explores the factors that cause speech delays, the handling carried out by parents, support for therapy activities, and obstacles faced in the process of assisting children. The approach used is qualitative with a case study method, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that speech delays in children are caused by lack of environmental stimulation, excessive use of gadgets, minimal verbal interaction, and psychological burdens in the family. Parents play a central role through emotional support, providing verbal stimulation at home, and cooperation with therapists. Despite facing challenges such as limited time, energy, and costs, parents continue to show commitment in carrying out therapy on an ongoing basis. This study implies that the success of therapy does not only depend on professional staff, but is also determined by active involvement, emotional readiness, and full support from parents and family in the child's daily life. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam menangani anak usia 5–6 tahun yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan bicara. Secara khusus, penelitian ini mengeksplorasi faktor penyebab keterlambatan bicara, penanganan yang dilakukan orang tua, dukungan terhadap kegiatan terapi, serta hambatan yang dihadapi dalam proses pendampingan anak. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan bicara pada anak disebabkan olehkurangnya stimulasi lingkungan, penggunaan gadget yang berlebihan, minimnya interaksi verbal, dan beban psikologis dalam keluarga. Orang tua memainkan peran sentral melalui dukungan emosional, pemberian stimulasi verbal di rumah, serta kerja sama dengan terapis. Kendala menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya, orang tua tetap menunjukkan komitmen dalam menjalankan terapi secara berkelanjutan. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada tenaga profesional, melainkan juga sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif, kesiapan emosional, dan dukungan penuh dari orang tua dan keluarga dalam kehidupan sehari-hari anak.
Implementasi Program Creative and Fun Learning pada Anak Usia 4-5 tahun Sarah Achyari Fauzia; Huriah Rachmah; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 87-96
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.20937

Abstract

Abstract. This Research purpose is to analize the implementation Creative and Fun Learning program for children. at an early age, children are at rapid developmental stage, both from cognitive, motoric, social and emotional aspects. However in practice, many early childhood education institutions still using conventional learning approaches which tend to be monotonous and less interesting. This research used a qualitative approach with a study case research method. The data collection technique were carried out through observation, interviews and documentation. The source of the data are from the principal and the teacher. Research results show that the implementation of the Creative and Fun Learning Program carried out in three phase: 1) Preparation and planning programs which include the preparation of annual, semester, weekly and daily learning program plans; 2) Implementation of Creative and Fun Learning programs consisting of classical and individual learning with various activities such as storytelling, games, science experiment, field trip; 3) Program assessment is carried out continously to measure the optimal development of early childhood. Creative and Fun Learning program have proven effective attracting childrens interest in learning new things and making them confident Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Creative and Fun Learning untuk perkembangan anak usia dini. Pada masa usia dini, anak berada dalam tahap perkembangan yang sangat pesat, baik dari aspek kognitif, motorik, sosial, maupun emosional. Namun, dalam praktiknya, banyak lembaga pendidikan anak usia dini yang masih menerapkan pendekatan pembelajaran konvensional yang cenderung monoton dan kurang menarik. Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian melalui kepala sekolah dan wali kelas. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program Creative and Fun Learning dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu: 1) persiapan dan perencanaan program yang meliputi penyusunan rencana pembelajaran tahunan, semester, mingguan dan harian; 2) pelaksanaan program Creative and Fun Learning yang terdiri dari pembelajaran klasikal dan individual dengan berbagai macam kegiatan seperti story telling, games, sains experiment, field trip.; 3) Penilaian program yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mengukur perkembangan anak usia dini secara optimal. Program Creative and Fun Learning terbukti efektif dalam menarik minat anak untuk belajar hal baru dan anak merasa percaya diri.