Dedih Surana
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Sains di Taman Kanak-Kanak B Sains Al-Biruni Kota Bandung Amani Mumtaz; Dedih Surana; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 1-8
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i1.18124

Abstract

Abstract. This study aims to examine the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum in science learning at Al-Biruni Science Kindergarten B in Bandung City. The Merdeka Curriculum is designed to provide educators with flexibility in creating child-centered learning, supporting independence, and developing children's potential according to their developmental stages. This research focuses on exploring how kindergarten teachers apply the principles of the Merdeka Curriculum in science learning, the challenges they face, and the impact on children's learning processes. A qualitative descriptive research approach was employed, using data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The subjects of the study were teachers and students in Kindergarten B who have implemented the Merdeka Belajar Curriculum. The findings reveal that the implementation of this curriculum promotes project-based learning involving exploration and play activities. Teachers act as facilitators, guiding and directing children in the learning process, with the children themselves as the central focus. Challenges encountered include limited facilities and a lack of teacher understanding regarding the application of the Merdeka Curriculum. Despite these challenges, science learning based on the Merdeka Belajar Curriculum is considered effective in enhancing children's curiosity, critical thinking skills, and social abilities. This study recommends improving teacher training and providing supporting facilities to optimize the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam pembelajaran sains di Taman Kanak-Kanak B Sains Al-Biruni Kota Bandung. Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada pendidik dalam menyusun pembelajaran yang berpusat pada anak, mendukung kemandirian, dan mengembangkan potensi anak sesuai tahap perkembangannya. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana guru TK menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran sains, tantangan yang dihadapi, serta dampak yang dihasilkan terhadap proses belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa di TK B yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum ini mendorong pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan eksplorasi dan aktivitas bermain. Guru berperan sebagai center yang menjadi anak pusat dalam membimbing serta mengarahkan anak dalam proses pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas dan kurangnya pemahaman guru tentang penerapan kurikulum merdeka. Meskipun demikian, pembelajaran sains berbasis Kurikulum Merdeka Belajar dinilai efektif dalam meningkatkan rasa ingin tahu, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan sosial anak. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan guru dan pengadaan fasilitas pendukung untuk menunjang implementasi Kurikulum Merdeka Belajar yang optimal.
Dampak Media Sosial Tiktok terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Siti Mariam; Huriah Rachmah; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 17-24
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i1.18305

Abstract

Abstract. This study aims to identify the impact of tiktok social media on cognitive abilities of children aged 5-6 years. Given the increasing use of social media among children, especially tiktok. This research is very relevant to understand how these applications affect children's cognitive development. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation from three informants who are parents of children who use TikTok. The research location took place in three different places in the cities of Bandung and Cimahi. The results showed that the use of TikTok can have positive and negative impacts on children's cognitive abilities, depending on the content accessed and the time spent using the application. This study provides recommendations for parents to be more careful in giving children access to social media, as well as the importance of supervision and guidance in its use to support children's cognitive abilities optimally. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak media sosial tiktok terhadap kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun. Mengingat meningkatnya penggunaan media sosial dikalangan anak-anak, terutama tiktok. Penelitian ini sangat relevan untuk memahami bagaimana aplikasi tersebut mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari tiga informan yang meruapakan orangtua anak-anak yang menggunakan tiktok. Lokasi penelitian berlangsung di tiga tempat berbeda di kota Bandung dan Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tiktok dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap kemampuan kognitif anak, tergantung pada konten yang diakses dan waktu yang dihabiskan dalam menggunakan aplikasi tersebut. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi orangtua untuk lebih berhati-hati dalam memberikan akses kepada anak terhadap media sosial, serta pentingnya pengawasan dan bimbingan dalam penggunaannya umtuk mendukung kemampuan kognitif anak secara optimal.
Analisis Strategi Guru dalam Penggunaan Ice Breaking untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak Usia 5-6 Tahun Siti Ammirahmaini; Ayi Sobarna; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 159-166
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21436

Abstract

Abstract. At the age of 5 to 6 years, concentration skills are a crucial factor influencing a child's success in learning. In reality, many young children, especially those aged 5 to 6, still have difficulty maintaining concentration during learning activities. This study aims to determine teachers' strategies for improving the concentration of children aged 5 to 6 through ice-breaking activities. This study used qualitative research with descriptive analytical methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The subjects were class B teachers, the principal, and 10 students aged 5 to 6. The results showed that teachers at RA At-Thoharoh used various types of ice-breaking activities, such as rhythmic clapping, movements and songs, and simple games to improve the concentration of children aged 5 to 6. The implementation procedure was carried out in stages, including observing the child's condition, selecting appropriate activities, providing examples, actively involving the child, and evaluating the child's responses. Ice-breaking has been proven effective in improving focus, learning readiness, and engagement in learning. However, not all children respond optimally. Some children still require a personalized approach, especially when facing environmental distractions or having special needs. Teachers address these challenges through flexible strategies and support from the school. Abstrak. Pada usia 5 sampai 6 tahun, kemampuan konsentrasi menjadi salah satu aspek krusial yang memengaruhi keberhasilan anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Kenyataannya masih banyak anak usia dini terkhususnya usia 5 sampai 6 tahun yang mengalami kesulitan mempertahankan konsentrasinya selama kegiatan belajar berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam meningkatkan konsentrasi anak usia 5 sampai 6 tahun melalui kegiatan ice breaking. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru kelas kelompok B, kepala sekolah, dan 10 orang anak didik usia 5 sampai 6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di RA At-Thoharoh menggunakan berbagai jenis ice breaking seperti tepuk ritmis, gerak dan lagu, serta permainan sederhana untuk meningkatkan konsentrasi anak usia 5 sampai 6 tahun. Prosedur pelaksanaan dilakukan secara bertahap, meliputi pengamatan kondisi anak, pemilihan kegiatan yang sesuai, pemberian contoh, pelibatan aktif anak, hingga evaluasi berdasarkan respons. Ice breaking terbukti efektif dalam meningkatkan fokus, kesiapan belajar, dan keterlibatan anak dalam pembelajaran. Namun, tidak semua anak merespons secara optimal. Beberapa anak masih membutuhkan pendekatan personal, terutama saat menghadapi gangguan lingkungan atau memiliki kebutuhan khusus. Guru mengatasi tantangan tersebut melalui strategi yang fleksibel dan dukungan dari sekolah.