Abstract. This study aims to analyze the role of fathers in parenting and its impact on the emotional development of early childhood. The background highlights the often-overlooked importance of father involvement in parenting, despite its significant influence on children's emotional growth. Traditionally viewed merely as breadwinners, fathers are now expected to take on more holistic roles within the family. This research uses a qualitative approach with a case study method, involving four fathers and two mothers from RT 05 RW 08 Situgunting Timur, Bandung City. Data collection techniques include in-depth interviews, observation, and documentation. The findings reveal that fathers act as companions, emotional supporters, role models, and communicators. Their involvement is shown through daily activities such as playing, taking children to school, and listening to their stories. Several factors influence the father’s role, including job background, availability of time, inherited parenting patterns, and support from spouses. The study concludes that active father involvement has a positive impact on children’s emotional development, leading to greater self-confidence, better emotional regulation, and healthy social relationships. This research emphasizes the need to strengthen the father’s active role in parenting as a foundation for optimal emotional development in children. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ayah dalam pengasuhan terhadap perkembangan emosi anak usia dini. Latar belakangnya adalah kurangnya perhatian terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan, padahal ayah memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan emosional anak. Secara tradisional, ayah sering hanya diposisikan sebagai pencari nafkah, namun kini dituntut untuk berperan lebih aktif dan holistik dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan empat ayah dan dua ibu di RT 05 RW 08 Situgunting Timur, Kota Bandung. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah berperan sebagai pendamping, pemberi perhatian emosional, panutan, dan komunikator dalam keluarga. Keterlibatan ayah tampak dalam aktivitas sehari-hari seperti bermain bersama, mengantar jemput anak, dan mendengarkan cerita anak. Faktor yang memengaruhi peran ayah meliputi pekerjaan, waktu luang, pola asuh keluarga, dan dukungan pasangan. Disimpulkan bahwa ayah yang aktif dalam pengasuhan berkontribusi positif terhadap perkembangan emosi anak, seperti rasa percaya diri, kemampuan regulasi emosi, dan relasi sosial yang sehat. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran aktif ayah dalam membentuk fondasi emosional anak.