Abstract. At the age of 5 to 6 years, concentration skills are a crucial factor influencing a child's success in learning. In reality, many young children, especially those aged 5 to 6, still have difficulty maintaining concentration during learning activities. This study aims to determine teachers' strategies for improving the concentration of children aged 5 to 6 through ice-breaking activities. This study used qualitative research with descriptive analytical methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The subjects were class B teachers, the principal, and 10 students aged 5 to 6. The results showed that teachers at RA At-Thoharoh used various types of ice-breaking activities, such as rhythmic clapping, movements and songs, and simple games to improve the concentration of children aged 5 to 6. The implementation procedure was carried out in stages, including observing the child's condition, selecting appropriate activities, providing examples, actively involving the child, and evaluating the child's responses. Ice-breaking has been proven effective in improving focus, learning readiness, and engagement in learning. However, not all children respond optimally. Some children still require a personalized approach, especially when facing environmental distractions or having special needs. Teachers address these challenges through flexible strategies and support from the school. Abstrak. Pada usia 5 sampai 6 tahun, kemampuan konsentrasi menjadi salah satu aspek krusial yang memengaruhi keberhasilan anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Kenyataannya masih banyak anak usia dini terkhususnya usia 5 sampai 6 tahun yang mengalami kesulitan mempertahankan konsentrasinya selama kegiatan belajar berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam meningkatkan konsentrasi anak usia 5 sampai 6 tahun melalui kegiatan ice breaking. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru kelas kelompok B, kepala sekolah, dan 10 orang anak didik usia 5 sampai 6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di RA At-Thoharoh menggunakan berbagai jenis ice breaking seperti tepuk ritmis, gerak dan lagu, serta permainan sederhana untuk meningkatkan konsentrasi anak usia 5 sampai 6 tahun. Prosedur pelaksanaan dilakukan secara bertahap, meliputi pengamatan kondisi anak, pemilihan kegiatan yang sesuai, pemberian contoh, pelibatan aktif anak, hingga evaluasi berdasarkan respons. Ice breaking terbukti efektif dalam meningkatkan fokus, kesiapan belajar, dan keterlibatan anak dalam pembelajaran. Namun, tidak semua anak merespons secara optimal. Beberapa anak masih membutuhkan pendekatan personal, terutama saat menghadapi gangguan lingkungan atau memiliki kebutuhan khusus. Guru mengatasi tantangan tersebut melalui strategi yang fleksibel dan dukungan dari sekolah.