Fitroh Hayati
Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pola Pengasuhan Orang Tua Generasi Z terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini (5-6 Tahun) Amelia Listianti Putri; Dinar Nur Inten; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 17-26
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.23864

Abstract

Abstract. Generation Z parents grew up in the digital era and bring a different parenting approach than previous generations, particularly in supporting the social-emotional development of early childhood. This study aims to examine the social-emotional parenting patterns implemented by Generation Z parents toward early childhood (5-6 years old) at RA Al-Islamiyah, Bandung Regency. The study used a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through semi-structured interviews with four Generation Z parents and two classroom teachers, direct observation, and documentation of learning activities. The results show: (1) the main values underlying parenting are empathy and role modeling, while the parenting principles include open communication, positive discipline, mindful parenting, and active parental involvement; (2) forms of implementation include emotion coaching, dialogue-based discipline, active involvement, technology mediation (digital parenting), behavioral modeling, and mindful parenting; (3) the main obstacles are inconsistency in parenting practice, poorly controlled technology use, and social pressure from digital media, while the efforts to overcome them include improving parenting literacy, wise digital parenting, open communication, and strengthening emotional involvement. Overall, the children's social-emotional development ranges from Beginning to Developing as Expected, indicating a positive impact of Generation Z parenting patterns. Abstrak. Orang tua Generasi Z tumbuh di era digital dan membawa pendekatan pengasuhan yang berbeda dari generasi sebelumnya, khususnya dalam menunjang perkembangan sosial emosional anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola pengasuhan sosial emosional yang diimplementasikan oleh orang tua Generasi Z terhadap anak usia dini (5-6 tahun) di RA Al-Islamiyah Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur kepada empat orang tua Generasi Z dan dua guru kelas, observasi langsung, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan: (1) nilai utama yang melandasi pengasuhan adalah empati dan keteladanan, sedangkan prinsip pengasuhan mencakup komunikasi terbuka, disiplin positif, mindful parenting, dan keterlibatan aktif orang tua; (2) bentuk penerapan pengasuhan meliputi pendampingan emosi, disiplin berbasis dialog, keterlibatan aktif, mediasi teknologi (digital parenting), keteladanan perilaku, dan pengasuhan sadar; (3) hambatan utama mencakup ketidakkonsistenan pola asuh, penggunaan teknologi yang kurang terkontrol, dan tekanan sosial dari media digital, serta upaya mengatasinya meliputi peningkatan literasi parenting, penerapan digital parenting yang bijak, komunikasi terbuka, dan penguatan keterlibatan emosional. Secara keseluruhan, perkembangan sosial emosional anak berada pada rentang Mulai Berkembang hingga Berkembang Sesuai Harapan, yang mengindikasikan dampak positif pola pengasuhan orang tua Generasi Z.
Penerapan Media Visual Schedule untuk Melatih Kemandirian Anak ASD Rany Selvyanti; Dinar Nur Inten; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 27-36
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.23904

Abstract

Abstract. This study was motivated by the limited independence of children with Autism Spectrum Disorder (ASD) in carrying out daily activities, particularly bathing and dressing. Children still required parental assistance and guidance at each stage of the activities. This study aimed to describe the child's initial level of independence, the implementation of visual schedule media, and changes in independence after its application. A qualitative approach with an evaluative case study method was employed. The subject was a child with Autism Spectrum Disorder (ASD). Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicated that prior to the intervention, the child was highly dependent on parental assistance in bathing and dressing activities. Following the implementation of visual schedule media, the child's independence gradually improved. The child was able to perform several bathing and dressing steps more independently, including taking a towel, undressing, wetting and rinsing the body, and wearing clothes, although occasional guidance was still needed. These findings suggest that visual schedule media can support the development of independence in children with Autism Spectrum Disorder (ASD). Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kemampuan kemandirian anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dalam melakukan aktivitas sehari-hari, khususnya kegiatan mandi dan berpakaian. Anak masih memerlukan bantuan dan arahan orang tua pada setiap tahapan kegiatan sehingga diperlukan media yang dapat membantu anak memahami urutan aktivitas secara lebih konkret dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal kemandirian anak sebelum penggunaan media visual schedule, mengetahui langkah-langkah penerapan media visual schedule , serta mengetahui peningkatan kemandirian anak setelah penggunaan media visual schedule. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang anak dengan Autism Spectrum Disorder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penggunaan media visual schedule anak masih sangat bergantung pada bantuan orang tua dalam kegiatan mandi dan berpakaian. Setelah penerapan media visual schedule, kemampuan kemandirian anak mengalami peningkatan secara bertahap. Anak mulai mampu mengambil handuk sendiri, melepas pakaian, membasahi tubuh, membilas tubuh, mengambil pakaian, memakai baju, serta memakai celana secara lebih mandiri meskipun pada beberapa tahapan masih memerlukan sedikit arahan dari orang tua. Dengan demikian, media visual schedule efektif dalam meningkatkan kemandirian anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD).
Analisis Pola Asuh Orang Tua pada Anak Usia 6 Tahun yang Mengalami Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Fitria Nurainni; Dinar Nur Inten; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 133-140
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24834

Abstract

Abstract. Speech delay in early childhood is a developmental issue that affects communication, social, emotional, and academic aspects. This condition is influenced not only by internal factors within the child but also by parenting styles and the family environment, including limited interaction and language stimulation. This study aims to analyze parental parenting patterns toward speech delay in a 6-year-old child within the family setting. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving two parents and a 6-year-old child experiencing speech delay in Cikutra, Bandung. The findings indicate that: (1) parenting patterns tend to be inconsistent, with a dominance of authoritarian style combined with some democratic aspects; (2) interaction and language stimulation are still limited; (3) the child experiences difficulties in pronunciation, word combination, and overall communication; and (4) contributing factors include limited parental time, harsh discipline, lack of supervision, insufficient knowledge of language stimulation, and the absence of professional intervention. Therefore, active parental involvement is needed to enhance language stimulation, improve the quality of interaction, and provide positive emotional support to optimize the child’s speech development. Abstrak. Keterlambatan bicara (speech delay) pada anak usia dini merupakan permasalahan perkembangan yang berdampak pada aspek komunikasi, sosial, emosional, dan akademik. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal anak, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh orang tua dan lingkungan keluarga, seperti kurangnya interaksi dan stimulasi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh orang tua terhadap keterlambatan bicara pada anak usia 6 tahun di lingkungan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap dua orang tua dan anak usia 6 tahun yang mengalami keterlambatan bicara di Kelurahan Cikutra, Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola asuh cenderung tidak konsisten dengan dominasi otoriter dan sebagian aspek demokratis; (2) interaksi dan stimulasi bahasa masih terbatas; (3) anak mengalami kesulitan pelafalan, penggabungan kata, dan komunikasi; dan (4) faktor penyebab meliputi keterbatasan waktu orang tua, disiplin keras, kurangnya pengawasan, minimnya pengetahuan, serta belum adanya penanganan profesional. Diperlukan peran aktif orang tua dalam meningkatkan stimulasi bahasa, kualitas interaksi, dan dukungan emosional agar perkembangan bicara anak optimal.