Virna Aulia
Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembentukan Karakter Religius melalui Kegiatan Pembiasaan di PAUD Bina Mandiri Virna Aulia; Erhamwilda; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 71-80
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24086

Abstract

Abstract.  The formation of religious character from an early age is important because it is the golden period of child development. This study aims to describe the implementation of habituation activities, identify the values ​​formed, and analyze the supporting and inhibiting factors. The study used a descriptive qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques at Bina Mandiri Early Childhood Education (PAUD Bina Mandiri). The results show that religious character formation is carried out through habituation activities integrated into daily activities. The values ​​formed are faith and piety, steadfastness, self-confidence, compassion, sincerity, and clean and healthy living. Its success is supported by teacher consistency, school-parent cooperation, and enjoyable learning methods. Inhibiting factors include children's unstable emotional state and a lack of continuity in habituation between school and home. Abstrak. Pembentukan karakter religius sejak usia dini penting karena merupakan masa emas perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pembiasaan, mengidentifikasi nilai-nilai yang terbentuk, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi di PAUD Bina Mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius dilaksanakan melalui kegiatan pembiasaan yang terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari. Nilai-nilai yang terbentuk yaitu beriman dan bertakwa, teguh pendirian, percaya diri, kasih sayang, tulus, serta hidup bersih dan sehat. Keberhasilannya didukung oleh konsistensi guru, kerja sama sekolah dan orang tua, serta metode pembelajaran yang menyenangkan. Adapun faktor penghambatnya meliputi kondisi emosional anak yang belum stabil dan kurangnya kesinambungan pembiasaan antara sekolah dan rumah.