Raden Nadhifa Khansa Aziza Putribenardi
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Raden Nadhifa Khansa Aziza Putribenardi; Rio Dananjaya; Herry Garna
Bandung Conference Series: Medical Science 1571-1578
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22644

Abstract

Abstract. Chronic kidney disease (CKD) is a progressive and irreversible condition that, in its end stage, requires renal replacement therapy, one of which is hemodialysis, which may affect patients’ quality of life. Inconsistent findings from previous studies regarding the relationship between duration of hemodialysis and quality of life indicate the need for further investigation in specific healthcare settings. This study aimed to analyze the quality of life, duration of hemodialysis, and the relationship between duration of hemodialysis and quality of life among CKD patients at Al-Islam Hospital Bandung in 2025. This descriptive analytic study employed a cross-sectional design and was conducted in September 2025. A total of 75 CKD patients undergoing hemodialysis were recruited using consecutive sampling. Duration of hemodialysis was classified into 1–12 months, 12–24 months, and more than 24 months. Quality of life was assessed using the Kidney Disease Quality of Life-36 (KDQOL-36) questionnaire. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of 0.05. The results showed that most respondents had undergone hemodialysis for more than 24 months. Quality of life scores varied across dimensions, with most dimensions categorized as moderate to low. Statistical analysis revealed no significant relationship between duration of hemodialysis and quality of life (p > 0.05). In conclusion, duration of hemodialysis is not a single determining factor of quality of life among CKD patients. Abstrak. Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penyakit progresif dan ireversibel yang pada stadium akhir memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup pasien. Perbedaan hasil penelitian sebelumnya terkait hubungan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup menunjukkan diperlukan kajian pada konteks pelayanan kesehatan tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran kualitas hidup, lama menjalani hemodialisis, serta hubungan antara lama menjalani hemodialisis dan kualitas hidup pada pasien PGK di RS Al-Islam Bandung tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) yang dilaksanakan selama bulan September 2025. Subjek penelitian berjumlah 75 pasien PGK yang menjalani hemodialisis dan dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Lama menjalani hemodialisis diklasifikasikan menjadi 1–12 bulan, 12–24 bulan, dan lebih dari 24 bulan. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner Kidney Disease Quality of Life-36 (KDQOL-36). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah menjalani hemodialisis lebih dari 24 bulan. Skor kualitas hidup bervariasi antardimensi dengan sebagian besar dimensi berada pada kategori sedang hingga rendah. Hasil uji statistik tidak terdapat hubungan bermakna antara lama menjalani hemodialisis dan kualitas hidup pasien (p >0,05). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lama menjalani hemodialisis bukan merupakan faktor tunggal yang menentukan kualitas hidup pasien PGK.