Kanker serviks hingga saat ini masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada perempuan di Indonesia. Meskipun demikian, tingkat pengetahuan masyarakat mengenai upaya pencegahan serta partisipasi dalam pelaksanaan skrining dini masih relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapan perempuan dalam melakukan pencegahan kanker serviks melalui penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan pada Komunitas Persekutuan Wanita GPI Papua Jemaat Bukit Zaitun Dok 8 Jayapura. Metode yang diterapkan adalah pengabdian ini adalah pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest yang melibatkan 40 peserta, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan melalui penyuluhan kesehatan dengan memanfaatkan media presentasi, leaflet, serta diskusi interaktif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan kesiapan peserta setelah memperoleh penyuluhan (p0,001). Persentase peserta yang memiliki pengetahuan baik meningkat dari 72,5% menjadi 97,5%, sikap positif bertambah dari 52,5% menjadi 72,5%, sedangkan kesiapan untuk menjalani skrining meningkat dari 60% menjadi 80%. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya perilaku preventif terhadap kanker serviks. Selain itu, kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan melalui implementasi model pendidikan kesehatan partisipatif yang terbukti mampu memperkuat pemahaman masyarakat serta mendukung proses pengambilan keputusan kesehatan yang didasarkan pada bukti ilmiah