Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MINUMAN BERALKOHOL DENGAN PENULARAN HIV DI KELOMPOK REMAJA DAN SISWA SMA DI ABEPURA, PAPUA Elfride Irawati Sianturi; Eva Susanty Simaremare; Elsye Gunawan; Rusnaeni Rusnaeni; Yefani Tahamata; Elvira Elvira; Siregar Meriza Agnesia Fun; Ofel Arnold Fillarcho Hursepuny; Annisa Titys Dewilarasati; Rahma Trihafsari Taslim; Niken Desmawati; Sitti N Soltief
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) serta  penggunaan alkohol merupakan masalah di masyarakat Papua. Angka yang tinggi dibandingkan angka nasional serta adanya miskonsepsi antara keduanya menjadikan masalah ini perlu ditangani segera. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai penularan HIV, dampak bahaya alkohol serta perbaikan cara pandang yang terjadi antara penularan HIV dan penggunaan alkohol dikalangan remaja serta siswa SMA di Abepura, Papua. Kegiatan ini dilakukan 60 partisipan, sebagian besar berjenis kelamin perempuan (58.3%), tidak memiliki kenalan yang hidup dengan HIV (76.7%) serta tidak memiliki kebiasaan meminum alkohol (66.7%). Dari 4 pertanyaan yang diajukan kepada partisipan, 3 dari 4 pertanyaan memberikan perubahan yang positif serta adanya perubahan signifikan sebelum dan sesudah pelatihan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini diharapkan dapat membantu para remaja mengenai penularan HIV dan bahaya penggunaan alkohol serta menanamkan bahwa hubungan antara  penularan HIV dan penggunaan alkohol merupakan salah satu miskonsepsi yang perlu ditangani. Kegiatan seperti ini perlu dilakukan rutin sehingga akan semakin banyak remaja yang terpapar informasi HIV dan alkohol
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DI KOMUNITAS PERSEKUTUAN WANITA GPI PAPUA JEMAAT BUKIT ZAITUN DOK 8 JAYAPURA Elsye Gunawan; Elfride Irawati Sianturi; Rani Dewi Pratiwi; Yefani Tahamata; Amelia Hardiyanti; Gloria Sanadi; Natasya A. Musnadi; Leonardo F. Ledang; Nola Nadya Buntang; Dominika Kaimeraimu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.3111-3120

Abstract

Kanker serviks hingga saat ini masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada perempuan di Indonesia. Meskipun demikian, tingkat pengetahuan masyarakat mengenai upaya pencegahan serta partisipasi dalam pelaksanaan skrining dini masih relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapan perempuan dalam melakukan pencegahan kanker serviks melalui penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan pada Komunitas Persekutuan Wanita GPI Papua Jemaat Bukit Zaitun Dok 8 Jayapura. Metode yang diterapkan adalah pengabdian ini adalah pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest yang melibatkan 40 peserta, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan melalui penyuluhan kesehatan dengan memanfaatkan media presentasi, leaflet, serta diskusi interaktif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan kesiapan peserta setelah memperoleh penyuluhan (p0,001). Persentase peserta yang memiliki pengetahuan baik meningkat dari 72,5% menjadi 97,5%, sikap positif bertambah dari 52,5% menjadi 72,5%, sedangkan kesiapan untuk menjalani skrining meningkat dari 60% menjadi 80%. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya perilaku preventif terhadap kanker serviks. Selain itu, kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan melalui implementasi model pendidikan kesehatan partisipatif yang terbukti mampu memperkuat pemahaman masyarakat serta mendukung proses pengambilan keputusan kesehatan yang didasarkan pada bukti ilmiah