Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kurikulum Peningkatan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di RT 03/RW 08 Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang Zulkifli; Nasrullah; Milana Abdillah Subarkah; Erpin Harahap; Syaufa Ramadhan; Pramesty Kusumaning Palupi; Rezki Fauziah
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): August - October
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i03.6160

Abstract

Permasalahan sampah pada tingkat permukiman tidak semata-mata berkaitan dengan keterbatasan sarana pengangkutan atau tempat pembuangan akhir, tetapi juga berhubungan dengan pengetahuan, sikap, kebiasaan, norma sosial, serta kapasitas masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Artikel ini bertujuan menganalisis dan merumuskan implementasi kurikulum berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah di RT 03 RW 08 Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus dan analisis dokumen, dengan mengintegrasikan perspektif pendidikan lingkungan, partisipasi masyarakat, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pendidikan karakter, serta ekopedagogi Islam. Proses implementasi dirancang melalui tahapan pemetaan masalah, penyusunan materi, pendidikan lingkungan, integrasi nilai keislaman, praktik pemilahan, penguatan kelembagaan bank sampah, monitoring, dan evaluasi partisipatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum pengelolaan sampah di tingkat RT perlu dipahami sebagai proses pendidikan sosial yang berlangsung melalui pengalaman nyata, bukan sekadar penyampaian informasi. Bank sampah berpotensi menjadi instrumen pendidikan sekaligus ekonomi sirkular, tetapi manfaatnya akan terbatas apabila partisipasi warga hanya didorong oleh insentif ekonomi. Integrasi nilai kebersihan, amanah, khalifah, larangan membuat kerusakan, serta tanggung jawab sosial dalam pendidikan Islam dapat memperkuat legitimasi moral program. Artikel ini menawarkan model implementasi yang menghubungkan rumah tangga, RT/RW, bank sampah, lembaga keagamaan, dan kebijakan pendidikan sehingga pengelolaan sampah berkembang menjadi budaya lingkungan yang berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ecobrick Untuk Pengelolaan Sampah Plastik Berkelanjutan Di Kelurahan Benda Kota Tangerang Muhammad Fathi Halimi; Zulkifli; Milana Subarkah; Nikmatullah Khusni; Khoirul Anwar; Muhammad Ari Nur Tarmidi; Indri Angraini
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): August - October
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i03.6401

Abstract

Permasalahan sampah plastik merupakan salah satu persoalan lingkungan yang semakin kompleks seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat dan belum optimalnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Kelurahan Benda Kota Tangerang menghadapi persoalan sampah domestik, khususnya sampah plastik rumah tangga yang sebagian masih dikelola dengan cara dikumpulkan dan dibuang tanpa pemilahan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian masyarakat melalui penerapan ecobrick sebagai alternatif pengelolaan sampah plastik berbasis komunitas. Kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, sosialisasi dan edukasi lingkungan, pelatihan pembuatan ecobrick, pendampingan, serta evaluasi. Mitra kegiatan melibatkan masyarakat Kelurahan Benda yang terdiri atas kelompok masyarakat, kader lingkungan, pemuda, pengurus RT/RW, dan masyarakat rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan, 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman, peserta mampu membuat ecobrick secara mandiri, dan berhasil dihasilkan 2 unit ecobrick. Selain itu, terbentuk kelompok penggerak lingkungan sebagai upaya menjaga keberlanjutan program. Kegiatan menunjukkan bahwa ecobrick merupakan teknologi sederhana, murah, dan aplikatif yang dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dari pola membuang sampah menuju pemilahan dan pemanfaatan kembali sampah plastik. Program ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.