Permasalahan sampah pada tingkat permukiman tidak semata-mata berkaitan dengan keterbatasan sarana pengangkutan atau tempat pembuangan akhir, tetapi juga berhubungan dengan pengetahuan, sikap, kebiasaan, norma sosial, serta kapasitas masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Artikel ini bertujuan menganalisis dan merumuskan implementasi kurikulum berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah di RT 03 RW 08 Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus dan analisis dokumen, dengan mengintegrasikan perspektif pendidikan lingkungan, partisipasi masyarakat, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pendidikan karakter, serta ekopedagogi Islam. Proses implementasi dirancang melalui tahapan pemetaan masalah, penyusunan materi, pendidikan lingkungan, integrasi nilai keislaman, praktik pemilahan, penguatan kelembagaan bank sampah, monitoring, dan evaluasi partisipatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum pengelolaan sampah di tingkat RT perlu dipahami sebagai proses pendidikan sosial yang berlangsung melalui pengalaman nyata, bukan sekadar penyampaian informasi. Bank sampah berpotensi menjadi instrumen pendidikan sekaligus ekonomi sirkular, tetapi manfaatnya akan terbatas apabila partisipasi warga hanya didorong oleh insentif ekonomi. Integrasi nilai kebersihan, amanah, khalifah, larangan membuat kerusakan, serta tanggung jawab sosial dalam pendidikan Islam dapat memperkuat legitimasi moral program. Artikel ini menawarkan model implementasi yang menghubungkan rumah tangga, RT/RW, bank sampah, lembaga keagamaan, dan kebijakan pendidikan sehingga pengelolaan sampah berkembang menjadi budaya lingkungan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026