Oqtavia Ramadhani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH Izzatunnisa’ Alifia Rohmah; Machlul Fadilah; Oqtavia Ramadhani; Cheza Erina Sheva Sconda; Siska Eve Putri Anggraeni; Raden Roro Nanik Setyowati; Muhammad Turhan Yani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila dalam membentuk karakter peserta didik di sekolah menengah serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia dan berkepribadian luhur sesuai dengan falsafah negara. Di tengah arus globalisasi dan krisis multidimensi yang melanda, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi semakin krusial untuk mengatasi degradasi moral di kalangan pelajar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter berbasis Pancasila di sekolah menengah dapat dilakukan melalui tiga jalur utama, yaitu: (1) integrasi dalam pembelajaran intrakurikuler, khususnya mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan mata pelajaran lainnya; (2) penguatan melalui program kokurikuler seperti Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5); dan (3) pembiasaan melalui budaya sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler. Implementasi ini berdampak positif pada pembentukan karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas peserta didik. Namun, tantangan seperti kurangnya pemahaman guru, keterbatasan sumber daya, dan perbedaan latar belakang siswa masih perlu diatasi melalui sinergi semua pemangku kepentingan.