Permasalahan lingkungan, khususnya meningkatnya volume sampah dan belum optimalnya pemanfaatan lahan sekolah, menjadi salah satu tantangan utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran dan perilaku peduli lingkungan melalui program pendidikan yang bersifat aplikatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan model Green Economy melalui pengelolaan sampah dan urban farming di SMA Muhammadiyah 6 Makassar. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan guru, peserta didik, dan pihak sekolah melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta praktik langsung. Bentuk kegiatan meliputi edukasi pemilahan sampah, pembentukan bank sampah sekolah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pemanfaatan lahan sekolah untuk kegiatan urban farming. Pelaksanaan program menunjukkan hasil yang positif, ditandai dengan meningkatnya pemahaman warga sekolah mengenai prinsip-prinsip Green Economy, tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah, meningkatnya partisipasi peserta didik dalam kegiatan pelestarian lingkungan, serta tersedianya sarana awal yang mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Sampah organik dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos untuk mendukung urban farming, sedangkan sampah anorganik yang bernilai ekonomis dikelola melalui bank sampah sebagai bentuk penerapan ekonomi sirkular sederhana di lingkungan sekolah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah berhasil memperkuat partisipasi masyarakat sekolah sekaligus menghasilkan model pembelajaran lingkungan yang aplikatif. Program ini menunjukkan bahwa integrasi pengelolaan sampah dan urban farming dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta memperkuat pendidikan karakter berbasis ekologi. Model yang dikembangkan berpotensi direplikasi pada sekolah-sekolah lain yang ingin mengimplementasikan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.