Wafirotul Baroroh
Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI ANTI-BULLYING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI KALIPUTIH Zakhi Febra Alfareza; Naomi Rafa Nadine Azzahra; Wafirotul Baroroh; Abdul Mutholib; Latifatul Khoeriyah; Aisya Amelia; Mohamad Ndaru Kusuma; Nur Isnaeni; Cahya Karmila; Nanda Nurfaiz; Khotibul Umam
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62322

Abstract

Bullying merupakan permasalahan yang masih terjadi di sekolah dasar dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Kurangnya pemahaman mengenai bentuk, dampak, dan pencegahan bullying menunjukkan perlunya kegiatan edukatif untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta didik mengenai bahaya bullying melalui sosialisasi anti-bullying dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) di SD Negeri Kaliputih, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi menggunakan media audiovisual, diskusi interaktif, dan refleksi melalui media Kotak Perasaan. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi dan analisis isi terhadap 116 sticky notes yang ditulis peserta didik. Hasil menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan. Analisis refleksi menunjukkan kategori perasaan saat mengalami bullying paling dominan, yaitu 50 data (43,1%), diikuti bullying verbal sebanyak 35 data (30,2%) dan bullying fisik sebanyak 14 data (12,1%). Respons positif dan netral setelah kegiatan masing-masing berjumlah 9 data (7,8%) dan 8 data (6,9%). Temuan menunjukkan bahwa bullying verbal menjadi bentuk perundungan yang paling banyak dialami peserta didik. Sosialisasi ini menjadi media edukasi dan refleksi untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya saling menghargai serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari perundungan.