Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas latihan atlet usia dini di Klub Bulutangkis Erha Jaya Temanggung melalui penerapan model pembelajaran VAK (Visual, Auditori, Kinestetik). Tujuan kegiatan meliputi peningkatan pemahaman teknik dasar bulutangkis, efektivitas latihan, koordinasi gerakan, serta motivasi dan keterlibatan aktif atlet sesuai dengan gaya belajar masing-masing individu. Metode yang digunakan adalah pembelajaran berbasis model VAK, yang mengintegrasikan tiga pendekatan: visual, auditori, dan kinestetik. Pendekatan visual dilakukan melalui demonstrasi gerakan, video, dan ilustrasi; pendekatan auditori melalui instruksi lisan dari pelatih; dan pendekatan kinestetik melalui praktik langsung gerakan, footwork, dan simulasi pukulan. Program latihan dilaksanakan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu, dan dievaluasi melalui observasi teknik, kuesioner motivasi, serta keterlibatan aktif atlet dalam latihan (Fleming & Mills, 1992; Sukadiyanto, 2011).Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan model VAK mampu meningkatkan kualitas latihan atlet usia dini secara signifikan. Observasi teknik pukulan forehand, backhand, footwork, dan koordinasi gerakan menunjukkan peningkatan rata-rata 25–30% dibandingkan sebelum latihan. Selain itu, motivasi dan partisipasi aktif atlet meningkat, terlihat dari disiplin, antusiasme, dan kecepatan memahami instruksi selama latihan. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan VAK efektif diterapkan dalam pembinaan atlet usia dini di cabang bulutangkis.Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran VAK terbukti meningkatkan kualitas latihan, pemahaman teknik, dan motivasi atlet usia dini. Disarankan bagi pelatih bulutangkis untuk mengintegrasikan model VAK secara rutin dalam program latihan agar pembinaan atlet lebih optimal, sesuai karakteristik belajar individu, dan berkelanjutan.