Kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa sekolah dasar masih menghadapi persoalan, terutama dalam ketepatan makhraj, penerapan tajwid, kelancaran, dan ketepatan panjang-pendek bacaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode talaqqi dan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di SD Negeri Karanggayam, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dengan subjek delapan siswa kelas II–VI. Data dikumpulkan melalui tes lisan, observasi, dan dokumentasi. Kemampuan membaca Al-Qur’an dinilai berdasarkan empat aspek, yaitu ketepatan makhraj, penerapan tajwid, kelancaran membaca, dan ketepatan panjang-pendek bacaan. Data kuantitatif dianalisis melalui nilai rata-rata dan persentase ketuntasan, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan talaqqi melalui kegiatan menyimak, menirukan, pengulangan, setoran individual, dan koreksi langsung mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Nilai rata-rata meningkat dari 72,25 pada Siklus I menjadi 75,17 pada Siklus II, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 50% menjadi 83,33%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa perbaikan tindakan melalui pengulangan yang lebih intensif, penggunaan potongan ayat yang lebih pendek, dan bimbingan individual memberikan kontribusi terhadap pencapaian kemampuan membaca siswa. Dengan demikian, metode talaqqi dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran ekstrakurikuler Al-Qur’an, khususnya pada kelompok siswa dengan kemampuan awal yang heterogen.