Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar. Namun, pembelajaran IPAS masih sering menggunakan bahan ajar yang belum sepenuhnya memfasilitasi aktivitas pengamatan, analisis, dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis IPAS pada materi perubahan wujud benda serta mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri atas tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas III SDN 056012 Suka Jadi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli, angket respons siswa, serta tes pretest-posttest. Data dianalisis melalui persentase kelayakan, kepraktisan, dan uji peningkatan menggunakan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memperoleh validasi ahli materi sebesar 96,9% dengan kategori sangat layak, validasi ahli bahasa sebesar 95,8% dengan kategori sangat layak, dan validasi ahli desain/media sebesar 78,6% dengan kategori layak. Respons siswa terhadap LKPD memperoleh persentase 100% dengan kategori sangat praktis. Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dari rata-rata pretest 50,50 menjadi posttest 85,25 dengan nilai N-gain sebesar 0,71 kategori tinggi. Dengan demikian, LKPD berbasis IPAS yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.